Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah menyoroti ketatnya persaingan serta sejumlah kejutan yang tersaji dalam Grand Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Nasional. Ajang pemahaman kebangsaan ini diselenggarakan di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (26/8/2026).
Pertarungan babak puncak tersebut mempertemukan empat tim perwakilan daerah yang berhasil menyisihkan peserta lain dari seluruh penjuru tanah air. Komposisi finalis kali ini terbagi merata antara Pulau Kalimantan dan Pulau Jawa, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.
Dominasi Daerah dan Kejutan Finalis Baru
Dalam perlombaan tersebut, Grup B yang diwakili oleh SMAN 2 Katingan Kuala dari Kalimantan Tengah tampil dominan dan sukses mengamankan gelar juara pertama setelah mencatatkan perolehan 140 poin.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Persaingan ketat terjadi pada posisi berikutnya. Grup C dari SMAN 8 Jakarta Selatan berhasil menempati posisi kedua dengan 75 poin. Keberhasilan delegasi DKI Jakarta menembus partai puncak menjadi catatan sejarah tersendiri karena merupakan kali pertama perwakilan dari ibu kota melaju hingga babak Grand Final LCC Empat Pilar MPR RI.
Sementara itu, posisi ketiga diraih oleh Grup A perwakilan SMAN 1 Tanjung Selor dari Kalimantan Utara dengan perolehan 70 poin. Melengkapi posisi empat besar, Grup D yang mewakili SMAN 2 Bogor dari Jawa Barat menuntaskan pertandingan dengan mengumpulkan 65 poin.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Partisipasi 38 Provinsi dan Seleksi Daring
Secara keseluruhan, LCC Empat Pilar MPR RI 2026 mencatatkan keikutsertaan kontingen dari seluruh 38 provinsi di Indonesia. Capaian ini menunjukkan luasnya antusiasme sekolah-sekolah di berbagai daerah dalam menguji wawasan kebangsaan dan konstitusi.
Siti Fauziah menjelaskan bahwa tahapan penyaringan peserta di tingkat kabupaten dan kota saat ini telah memanfaatkan metode seleksi secara daring. Penggunaan sistem digital ini diharapkan terus membuka akses pemerataan dan menjangkau lebih banyak pelajar hingga ke tingkat daerah yang lebih luas di masa mendatang.






