SMK Negeri 2 Garut berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan merebut posisi juara pertama dalam Lomba Kreasi Baris-Berbaris dan Pengibaran Bendera (LKBB-PB) MPR RI Tingkat Nasional Tahun 2026 di Jakarta. Keberhasilan ini menjadi catatan prestasi perdana bagi sekolah kejuruan asal Jawa Barat tersebut dalam ajang bergengsi kepaskibrakaan tingkat nasional.
Kemenangan kontingen bernomor tampil 24 ini diumumkan langsung oleh Ketua Dewan Juri yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Purna Paskibraka Indonesia (PPI), Widi Keswianto. Dalam ajang tersebut, SMK Negeri 2 Garut tampil mewakili Provinsi Jawa Barat dan berhasil mengungguli puluhan peserta lainnya.
Kompetisi tingkat nasional ini diikuti oleh 30 sekolah terpilih dari 30 provinsi di seluruh Indonesia yang telah melewati rangkaian seleksi berjenjang mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi. Berdasarkan evaluasi dewan juri, posisi juara kedua diraih oleh SMA Negeri 1 Kendari asal Sulawesi Tenggara, disusul SMA Negeri 1 Pangkalan Bun dari Kalimantan Tengah di posisi ketiga. Sementara itu, gelar juara harapan 1 diberikan kepada SMA Negeri 1 Gianyar (Bali), juara harapan 2 ditempati SMA Negeri 99 Jakarta (DKI Jakarta), dan juara harapan 3 diraih SMA Negeri 3 Langsa (Aceh).
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Pelaksanaan LKBB-PB MPR RI dirancang untuk memadukan kedisiplinan baris-berbaris berstandar baku dengan ruang kreativitas peserta melalui formasi serta yel-yel bertema wawasan kebangsaan. Panitia mencatat ketatnya persaingan dan tingginya perjuangan para kontingen, termasuk peserta dari wilayah pelosok yang harus menempuh perjalanan darat lebih dari 10 jam hanya untuk mencapai bandara keberangkatan ke Jakarta.
Perwakilan tim SMK Negeri 2 Garut, Rival Kartono, mengungkapkan bahwa timnya sempat menghadapi tantangan berat karena minimnya pengalaman tanding di kejuaraan pengibaran bendera tingkat nasional. Untuk menyiasati kendala teknis dan memahami aturan baku lomba, anggota tim memanfaatkan video edukasi di YouTube serta berkonsultasi secara intensif dengan para anggota Purna Paskibraka Indonesia.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Persiapan dilakukan melalui latihan intensif selama satu bulan penuh tanpa libur akhir pekan. Tim juga harus beradaptasi cepat dengan perubahan teknis di lapangan, termasuk penyesuaian simulasi pengibaran bendera akibat perubahan spesifikasi tinggi tiang dari 10 meter menjadi 17 meter sebelum kompetisi berlangsung.






