Aktivitas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, mengalami gangguan menyusul sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Sejumlah jadwal penerbangan terpaksa dibatalkan demi menjaga keselamatan transportasi udara pada Minggu (6/9/2026).
Menanggapi situasi tersebut serta penumpukan penumpang akibat jadwal penerbangan yang tertunda, jajaran Polresta Bandara Soekarno-Hatta turun langsung memberikan pelayanan medis. Langkah ini difokuskan untuk menjaga kondisi fisik para calon penumpang dan pengguna jasa bandara yang tertahan di area terminal.
Layanan Medis dan Pembagian Masker di Terminal 1, 2, dan 3
Pelayanan kesehatan tersebut diselenggarakan oleh Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polresta Bandara Soekarno-Hatta. Petugas menyisir area keberangkatan dan ruang tunggu di Terminal 1, Terminal 2, hingga Terminal 3.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dalam pelaksanaannya, tim medis melakukan pemeriksaan kondisi fisik penumpang secara langsung, termasuk pengecekan tekanan darah. Guna mengantisipasi dampak paparan partikel abu vulkanik di area sekitar, petugas membagikan masker medis secara cuma-cuma kepada pengguna jasa.
Selain masker, personel kesehatan juga mendistribusikan vitamin serta obat-obatan penunjang bagi penumpang yang membutuhkan perawatan ringan selama masa tunggu.
Koordinasi Personel di Lapangan
Pelayanan kesehatan ini dipimpin langsung oleh Kasidokkes Polresta Bandara Soetta, Penata Tk. I Dedy Kurniawan, S.Kep., didampingi jajaran tim Sidokkes. Pelaksanaan di lapangan turut didukung oleh personel Satlantas Polresta Bandara Soetta dan anggota Pos Polisi (Pospol) Bandara Soetta guna memastikan alur pelayanan berjalan tertib.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Wisnu Wardana, menegaskan bahwa penanganan dampak gangguan alam membutuhkan perhatian bersama, terutama menyangkut kenyamanan dan keselamatan para pengguna jasa transportasi udara. Penumpang diimbau untuk tetap tenang, disiplin menggunakan masker, menjaga kebugaran tubuh, serta terus memantau pembaruan informasi resmi dari pihak maskapai maupun pengelola bandara.
Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Minggu (6/9/2026) melaporkan terus memantau dinamika erupsi Gunung Anak Krakatau. Pemantauan berkala difokuskan pada pergerakan sebaran abu vulkanik di atmosfer yang berpotensi memengaruhi jalur dan keselamatan lalu lintas udara.






