PT TransJakarta mengklarifikasi rekaman video viral di media sosial yang memperlihatkan para penumpang terjatuh di dalam armada bus akibat pengereman mendadak. Berdasarkan hasil pemeriksaan rekaman CCTV dasbor, pramudi melakukan pengereman darurat demi menghindari benturan dengan pengendara sepeda motor yang memotong jalur secara tiba-tiba.
Peristiwa tersebut terjadi pada armada Koridor 2 rute Monas鈥揚ulogadung saat melintas di kawasan Senen, Jakarta Pusat, persisnya di persimpangan bawah flyover Senen menuju Halte Senen Toyota Rangga pada Jumat (11/9) malam.
Kepala Departemen Humas dan CSR PT TransJakarta, Ayu Wardhani, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pelanggan di dalam bus tersebut. Pihaknya juga menegaskan bahwa narasi yang menyebut pramudi berkendara secara ugal-ugalan tidak benar.
"Pengereman mendadak dilakukan pramudi sebagai tindakan refleks untuk menghindari benturan dengan pengendara roda dua yang memotong jalur secara tiba-tiba," ujar Ayu dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2026).
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Rekaman CCTV dasbor memperlihatkan bus awalnya melaju dalam kecepatan wajar sebelum sebuah sepeda motor berwarna biru mendadak melintas memotong jalur bus. Menghadapi situasi tersebut, pengemudi langsung menginjak rem guna mencegah terjadinya tabrakan.
Sebelumnya, sebuah unggahan video dari salah satu penumpang viral menceritakan bahwa armada sempat melakukan beberapa kali rem mendadak selama perjalanan. Kejadian puncaknya berlangsung menjelang Halte Toyota Rangga, ketika rem dadakan membuat para penumpang dari area depan hingga bagian sambungan bus hilang keseimbangan dan terjatuh ke lantai armada.
Setelah insiden berlangsung, petugas lapangan TransJakarta segera mengecek kondisi seluruh penumpang di lokasi. Manajemen memastikan tidak ada korban luka akibat peristiwa tersebut.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

"Petugas kami di lapangan langsung melakukan pengecekan kondisi pelanggan. Seluruh pelanggan di dalam armada telah dipastikan aman dan tidak mengalami cedera," jelas Ayu.
Evaluasi internal terhadap rekaman CCTV armada menunjukkan bahwa tindakan penanganan pramudi di lapangan telah dijalankan sesuai prosedur operasional standar guna memitigasi risiko kecelakaan lalu lintas yang lebih fatal.






