Aksi penyerangan bersenjata kembali menyasar warga sipil di wilayah Papua Pegunungan. Seorang sopir travel asal Toraja, Sulawesi Selatan, bernama Aris Sanda alias Tasya, tewas ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.
Peristiwa tersebut terjadi saat korban tengah menjalankan pekerjaannya mengangkut barang logistik kebutuhan masyarakat setempat. Jenazah Tasya kemudian ditemukan di dalam kendaraan roda empat yang berada dalam kondisi terbakar.
Korban selama ini dikenal sebagai pengemudi transportasi lokal yang melayani rute dari Wamena menuju berbagai kawasan pedalaman. Selain membawa penumpang, korban kerap mengandalkan armadanya untuk mendistribusikan bahan logistik harian bagi warga di daerah-daerah terpencil.
Pengejaran Pelaku dan Penguatan Pengamanan
Menanggapi insiden tersebut, aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) langsung bergerak memburu para pelaku penembakan. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Hariyanto menegaskan bahwa operasi pencarian terus diintensifkan di lapangan.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

"Melakukan pengejaran terhadap pelaku," ujar Mayjen TNI Hariyanto, Kamis (17/9/2026).
Untuk memaksimalkan langkah pengejaran, TNI mengoptimalkan peran satuan tugas (satgas) yang telah ditempatkan di kawasan tersebut. Bersamaan dengan penyisiran wilayah, langkah-langkah pengamanan bagi masyarakat sipil juga diperketat guna mengantisipasi ancaman teror lanjutan.
Kecaman atas Kekerasan Terhadap Warga Sipil
Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI Habema Brigjen TNI Lucky Avianto menyampaikan dukacita mendalam kepada keluarga korban. Ia menegaskan bahwa korban murni warga sipil yang tengah bertugas memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat dan sama sekali tidak membawa ancaman bagi pihak mana pun.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

"Saya sangat prihatin dan berduka atas kejadian ini. Korban bukan sedang membawa ancaman. Ia sedang bekerja, membawa logistik, dan melayani transportasi masyarakat Papua," tegas Lucky.
Lucky menambahkan bahwa tindakan kekerasan yang menargetkan masyarakat sipil tidak memiliki pembenaran dalam bentuk apa pun. Seluruh pelaku penembakan akan diproses dan dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.






