Aksi penyerangan bersenjata kembali terjadi di jalur transportasi darat wilayah Papua Pegunungan. Seorang sopir travel asal Toraja, Sulawesi Selatan, bernama Aris Sanda alias Tasya, dilaporkan tewas ditembak oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) di jalur antara Wamena menuju Mbua, Kabupaten Jayawijaya.
Korban selama ini berprofesi melayani kebutuhan mobilitas masyarakat setempat, membawa pasokan logistik kebutuhan pokok sekaligus mengangkut penumpang lokal dari Wamena menuju area pedalaman.
Kabar penembakan tersebut ditindaklanjuti oleh aparat keamanan. Kepala Penerangan Komando Operasi (Koops) TNI Habema, Letnan Kolonel (Inf) M Wirya Arthadiguna, mengonfirmasi bahwa tim di lapangan mendapati kendaraan milik korban dalam keadaan hangus terbakar bersama jenazah pengemudinya. Berdasarkan laporan satuan, aksi kekerasan bersenjata tersebut dilakukan oleh kelompok OPM Kodap II Ndugama.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Menanggapi insiden tersebut, Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menyampaikan belasungkawa mendalam kepada pihak keluarga yang ditinggalkan. Pihaknya langsung mengeluarkan perintah untuk mengevakuasi jenazah korban dari lokasi kejadian sesuai dengan prosedur ketetapan yang berlaku.
Selain proses evakuasi, aparat keamanan melakukan pengamanan di sekitar area kejadian serta memburu kelompok pelaku secara profesional dan terukur demi penegakan hukum dan perlindungan terhadap warga sipil.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Jalur darat yang menghubungkan Wamena dengan kawasan pedalaman seperti Mbua merupakan akses vital bagi masyarakat di Papua Pegunungan. Akses tersebut digunakan secara rutin untuk menyalurkan kebutuhan bahan makanan, barang pokok, menunjang pelayanan publik, dan mobilitas penduduk harian. Gangguan keamanan terhadap pengemudi angkutan dinilai berdampak langsung pada kelancaran rantai pasok masyarakat di pedalaman.
Menyikapi kerentanan rute transportasi tersebut, pimpinan Koops TNI Habema telah menginstruksikan seluruh personel di wilayah operasional untuk memperketat kewaspadaan. Pengawalan dan pengamanan difokuskan pada koridor-koridor transportasi serta pusat aktivitas publik guna mencegah terulangnya insiden serupa.






