Kapal perang Jepang JS Kunisaki merapat di Pelabuhan Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, pada Kamis (10/9/2026). Kedatangan armada ini membawa tiga unit helikopter jenis Chinook beserta krunya untuk memperkuat operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Barat.
Sebelum ketiga helikopter diterbangkan ke lokasi kebakaran, armada tersebut ditempatkan sementara di Pangkalan Udara Supadio, Kubu Raya. Pengerahan helikopter Chinook difokuskan untuk menjalankan misi pengeboman air (water bombing) dengan target prioritas titik-titik api yang dinilai paling parah. Kedatangan armada kapal perang dan helikopter ini didahului oleh kedatangan tim survei yang bertugas mematangkan persiapan teknis di lapangan.
Karakteristik Desain dan Kemampuan Angkut
Helikopter Chinook yang dikerahkan Jepang diproduksi secara lokal oleh Kawasaki di bawah lisensi resmi The Boeing Company asal Amerika Serikat sejak tahun 1984. Pengadaan helikopter ini awalnya dirancang untuk menggantikan model helikopter angkut V-107 milik Angkatan Darat Bela Diri Jepang (JGSDF).
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Ciri khas utama dari helikopter Chinook terletak pada konfigurasi baling-baling ganda depan dan belakang (tandem rotor). Desain ini memberikan stabilitas tinggi saat membawa beban berat. Selain itu, bagian belakang pesawat (aft) dilengkapi pintu ramp berukuran besar yang mempermudah bongkar muat peralatan maupun personel dalam waktu singkat.
Perbandingan Spesifikasi Varian JGSDF dan JASDF
Di Jepang, helikopter Chinook dioperasikan oleh dua matra pertahanan, yakni Angkatan Darat Bela Diri Jepang (JGSDF) dan Angkatan Udara Pasukan Bela Diri Jepang (JASDF), dengan detail spesifikasi teknis sebagai berikut:
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

- Varian JGSDF (CH-47J / CH-47JA): JGSDF mengoperasikan sekitar 49 unit armada. Varian CH-47J mampu melaju dengan kecepatan maksimum 150 knot, sementara varian pembaruan CH-47JA memiliki kecepatan maksimum 140 knot. Versi CH-47JA secara khusus dibekali tangki bahan bakar lebih besar untuk memperluas daya jelajah operasional. Helikopter varian ini ditenagai mesin ganda turboshaft (twin turboshaft) dan mampu mengangkut 3 kru beserta hingga 55 penumpang.
- Varian JASDF (CH-47J): JASDF mengoperasikan sekitar 15 unit armada dengan kecepatan maksimum mencapai 160 knot. Pesawat ini memiliki dimensi panjang 15,9 meter dan lebar 4,8 meter, digerakkan mesin ganda turboshaft, serta mampu menampung 5 kru dan membawa hingga 48 orang penumpang.
Kombinasi kapasitas angkut muatan yang besar, daya jelajah luas, serta ketangguhan mesin ganda turboshaft membuat helikopter Chinook andal digunakan untuk mendukung misi pemadaman karhutla intensif di medan Kalimantan Barat.






