tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi Digital

Strategi BTN Dorong Ekonomi Sektor Perumahan Melalui KPR Terjangkau dan Ekosistem Digital

Wahyu SuryaniDiterbitkan 1 Agu 2026 - 12.29 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Strategi BTN Dorong Ekonomi Sektor Perumahan Melalui KPR Terjangkau dan Ekosistem Digital
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus mempertegas komitmennya dalam mendukung terwujudnya program tiga juta rumah yang dicanangkan oleh pemerintah. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya perseroan untuk mendorong transformasi sekaligus mempercepat penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kepada masyarakat luas. Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon Napitupulu, dalam sebuah diskusi ekonomi yang digelar di Jakarta pada Kamis (30/07/2026), menyampaikan bahwa penyediaan akses KPR yang terjangkau merupakan prioritas utama. Sektor perumahan dinilai mampu memberikan efek pengganda yang sangat besar dalam menggerakkan roda perekonomian nasional, mengingat rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat.

Pembangunan perumahan memiliki dampak yang sangat luas terhadap ekonomi karena melibatkan hingga 182 subsektor industri yang saling terhubung. Dampak berantai ini sudah mulai terlihat sejak tahap awal pengadaan lahan, masa konstruksi, hingga distribusi berbagai material bangunan. Khusus untuk proyek perumahan kelas menengah ke bawah, Nixon Napitupulu menyoroti bahwa tingkat pemanfaatan material lokal sangat tinggi. Sekitar 90 persen hingga 95 persen dari total material yang digunakan merupakan produk dalam negeri. Berbagai komponen bangunan seperti genteng, lantai, semen, pasir, kayu, hingga batako seluruhnya dipasok dari sumber daya lokal, dan hanya sebagian kecil peralatan elektrikal yang masih mengandalkan produk impor.

Selain menjadi motor penggerak bagi industri material bangunan, proyek pembangunan rumah juga memiliki kapasitas yang besar dalam menyerap tenaga kerja lokal. Berdasarkan perhitungan di lapangan, untuk menyelesaikan konstruksi satu unit rumah saja, dibutuhkan sekitar lima orang pekerja yang terdiri dari tukang bangunan dan asisten tukang. Dari perspektif makroekonomi, sektor properti ini juga memberikan kontribusi yang signifikan bagi penerimaan keuangan negara maupun pemerintah daerah. Kontribusi tersebut mengalir secara rutin setiap tahun melalui berbagai instrumen pajak, di antaranya Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), hingga Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dibayarkan oleh para pemilik hunian.

Baca Juga

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Meskipun sektor perumahan menawarkan prospek ekonomi yang sangat cerah, realisasi pengembangannya di Indonesia masih dihadapkan pada sejumlah tantangan nyata. Nixon Napitupulu mengungkapkan bahwa proses pembangunan sering kali terhambat oleh persoalan kepastian perizinan serta proses sertifikasi lahan yang tergolong cukup lama di sejumlah daerah. Ketidakpastian tata ruang, seperti batasan area yang diizinkan untuk perumahan dan area yang dikhususkan untuk pertanian, masih menjadi kendala di lapangan. Oleh karena itu, diperlukan kejelasan regulasi dari pemerintah agar informasi terkait perizinan lahan dapat dipahami dengan baik oleh para pengembang properti maupun masyarakat umum.

Untuk mengatasi berbagai hambatan tersebut dan mempercepat realisasi program pemerintah, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk aktif mendorong pemanfaatan inovasi teknologi konstruksi. Salah satu solusi yang diperkenalkan adalah penggunaan material hasil daur ulang plastik yang dicampur dengan pasir dan semen. Inovasi material ini diharapkan dapat menekan biaya pembangunan secara signifikan. Di sisi pembiayaan, perseroan juga mengajukan usulan strategis untuk meningkatkan keterjangkauan kepemilikan rumah, yakni melalui perpanjangan tenor KPR subsidi dari batas maksimal 20 tahun menjadi hingga 40 tahun. Terdapat pula usulan agar pemerintah bersedia menanggung sebagian biaya asuransi bagi pembeli rumah guna meringankan beban finansial di awal pembelian.

Baca Juga

Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Sejalan dengan perkembangan ekonomi digital, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk kini tidak hanya berfokus pada layanan pembiayaan kepemilikan rumah semata. Perseroan tengah mengembangkan berbagai layanan transaksi digital yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga para nasabah. Inovasi ini diwujudkan melalui pengembangan ekosistem perumahan berbasis aplikasi yang terintegrasi secara langsung dengan aktivitas harian penghuni. Tidak berhenti di situ, perseroan juga menyiapkan berbagai solusi finansial tambahan, seperti fasilitas pembiayaan furnitur untuk melengkapi isi rumah. Melalui integrasi layanan digital dan pembiayaan lanjutan ini, perseroan berupaya memperkuat posisinya sebagai mitra finansial yang terus mendampingi keluarga Indonesia setelah mereka berhasil memiliki hunian.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

ekonomi digitalKPR SubsidiBTNSektor PerumahanNixon Napitupulu

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

Waspada Penipuan

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

12 Sep 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 MiliarWaspada Penipuan 路 12 Sep 2026
  5. 5Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap