Emiten properti PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) optimistis mampu mencatatkan pertumbuhan laba bersih hingga menutup tahun 2026. Optimisme perseroan terhadap kinerja keuangan ini didukung kuat oleh performa dari dua lini bisnis utamanya, yakni segmen perhotelan (hospitality) dan sektor real estate.
Presiden Direktur PT DMS Propertindo Tbk, Mohamad Prapanca, mengungkapkan bahwa adaptasi terhadap arah pasar dan perubahan selera konsumen merupakan faktor kunci bagi industri properti. Menurutnya, responsivitas dalam membaca dinamika pasar sangat krusial guna menjaga keberlangsungan permintaan serta memperkuat daya saing perseroan di tengah kompetisi industri.
Memperkuat Portofolio Hospitality Lewat Peningkatan Okupansi
Di sektor hospitality, PT DMS Propertindo Tbk saat ini mengoperasikan dan mengelola empat hotel yang tersebar di sejumlah destinasi strategis, yaitu Bandung, Jogja, hingga Bali. Portofolio perhotelan ini menjadi salah satu penopang utama pendapatan berulang perseroan.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Untuk menjaga dan meningkatkan kinerja lini bisnis hotel tersebut, strategi utama yang dijalankan KOTA adalah fokus pada peningkatan tingkat keterisian kamar atau okupansi. Langkah efisiensi dan peningkatan okupansi ini diandalkan untuk mendongkrak kontribusi sektor perhotelan terhadap laba bersih perseroan secara berkelanjutan.
Ekspansi Proyek Real Estate dan Ekosistem Pendidikan
Selain mengoptimalkan lini perhotelan, PT DMS Propertindo Tbk juga secara aktif mengeksekusi sejumlah proyek strategis di sektor real estate. Perseroan tengah melaksanakan agenda pengembangan proyek yang mencakup kawasan Lapangan Golf Kemayoran serta proyek pembangunan Sport Hub di kawasan BSD.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Tidak hanya itu, emiten berkode saham KOTA ini juga memperluas portofolionya dengan menggarap proyek pembangunan rumah sakit dan pengembangan ekosistem pendidikan di Surabaya. Diversifikasi proyek tersebut diproyeksikan menjadi motor penggerak pertumbuhan bisnis properti dan pendapatan perseroan ke depan.
Strategi menyeluruh terkait pengelolaan bisnis properti, perhotelan, hingga agenda ekspansi proyek tersebut disampaikan langsung oleh Mohamad Prapanca dalam dialog bersama Mercy Widjaja pada program Closing Bell CNBC Indonesia, Senin (24/8/2026).






