tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal FinanceAfiliasiPopuler
Beranda/Afiliasi

Strategi Mengajukan Pinjaman Modal Usaha di Tengah Lonjakan Kredit Perbankan

Andi SompaDiterbitkan 5 Agu 2026 - 08.56 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Strategi Mengajukan Pinjaman Modal Usaha di Tengah Lonjakan Kredit Perbankan
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Pertumbuhan kredit perbankan di Indonesia menunjukkan akselerasi yang signifikan pada Juni 2026 dengan mencatatkan kenaikan sebesar 12,67 persen secara tahunan (yoy). Angka ini meningkat dibandingkan posisi Mei 2026 yang tumbuh sebesar 11,51 persen (yoy), sehingga total penyaluran kredit perbankan kini menembus angka Rp 9.081 triliun. Pendorong utama dari lonjakan ini adalah kredit investasi yang tumbuh paling tinggi berdasarkan jenis penggunaan, yaitu mencapai 24,9 persen (yoy). Sementara dari kategori debitur, kredit korporasi mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 20,45 persen (yoy). Bagi para pelaku usaha, kondisi ini merupakan sinyal positif bahwa sektor perbankan sedang aktif menyalurkan modal ke sektor riil.

Jika ditinjau dari sisi kepemilikan bank, bank milik negara (BUMN) mencatatkan pertumbuhan kredit tertinggi dengan kenaikan mencapai 16,54 persen (yoy). Hal yang tidak kalah menarik adalah perbaikan pada penyaluran kredit untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kredit UMKM tumbuh positif sebesar 1,05 persen (yoy) pada Juni 2026, memperlihatkan tren pemulihan jika dibandingkan dengan bulan Mei 2026 yang masih berkisar 0,60 persen (yoy). Dengan data-data tersebut, pelaku usaha dari skala besar hingga UMKM dapat menyusun langkah taktis untuk memanfaatkan pelonggaran keran pembiayaan ini demi ekspansi bisnis mereka.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal Finance

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memilih mitra perbankan yang tepat untuk mengajukan pinjaman. Mengingat bank BUMN mencatatkan pertumbuhan kredit tertinggi sebesar 16,54 persen (yoy), bank-bank milik negara ini bisa menjadi prioritas utama dalam pengajuan proposal pembiayaan Anda. Selain itu, sesuaikan tujuan pinjaman dengan tren yang sedang didukung perbankan. Karena kredit investasi tumbuh mendominasi hingga 24,9 persen (yoy), bank saat ini cenderung lebih terbuka terhadap proposal pinjaman yang ditujukan untuk ekspansi jangka panjang, seperti pembelian mesin, pembangunan pabrik, atau pengembangan infrastruktur bisnis, daripada sekadar kredit modal kerja jangka pendek.

Baca Juga

Kesiapan Kejagung dan Polri Hadapi Gugatan Praperadilan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Kesiapan Kejagung dan Polri Hadapi Gugatan Praperadilan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Langkah kedua adalah memastikan profil risiko bisnis Anda berada dalam kondisi prima. Perbankan saat ini berhasil menekan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL). Rasio NPL gross perbankan turun menjadi 2,09 persen pada Juni 2026 dari sebelumnya 2,17 persen pada Mei 2026. Sementara itu, rasio NPL net tercatat sebesar 0,82 persen, sedikit menurun dari posisi Mei 2026 yang berada di angka 0,84 persen. Rasio Loan at Risk (LAR) juga mengalami penurunan menjadi 8,47 persen dari sebelumnya 8,72 persen. Penurunan angka-angka risiko ini menunjukkan bahwa perbankan sangat selektif dan memprioritaskan debitur dengan rekam jejak keuangan yang sehat. Oleh karena itu, siapkan laporan keuangan yang transparan dan pastikan kolektibilitas kredit terdahulu Anda bersih agar mudah disetujui.

Langkah ketiga adalah memantau kapasitas likuiditas bank untuk memposisikan diri dalam negosiasi suku bunga atau tenor. Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan pada Juni 2026 tercatat tumbuh sebesar 10,21 persen (yoy) menjadi Rp 10.282 triliun, meskipun laju pertumbuhan ini melambat dibandingkan Mei 2026 yang sempat mencapai 13,47 persen (yoy). Pertumbuhan DPK ini disokong oleh giro yang tumbuh 9,92 persen (yoy), deposito tumbuh 8,20 persen (yoy), dan tabungan yang tumbuh paling tinggi sebesar 12,16 persen (yoy). Likuiditas perbankan secara umum masih sangat memadai untuk mendukung penyaluran kredit baru.

Baca Juga

KPK Perpanjang Penahanan Bupati Muara Enim Terkait Kasus Suap Pengadaan

KPK Perpanjang Penahanan Bupati Muara Enim Terkait Kasus Suap Pengadaan

Langkah keempat adalah memperhatikan rasio alat likuid yang dimiliki perbankan guna mengukur stabilitas bank tempat Anda menyimpan dana atau mengajukan pinjaman. Rasio Alat Likuid terhadap Non-Core Deposit (ALNCD) berada pada tingkat 101,92 persen pada Juni 2026, turun dari 108,20 persen pada Mei 2026. Di sisi lain, rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (ALDPK) tercatat sebesar 23,08 persen, turun dari 24,74 persen pada Mei 2026. Meskipun mengalami penurunan, kedua rasio ini masih jauh di atas ambang batas ketentuan regulator yang masing-masing menetapkan angka 50 persen untuk ALNCD dan 10 persen untuk ALDPK. Ditambah dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) yang kokoh di level 182,75 persen, perbankan nasional memiliki ketahanan likuiditas yang sangat tebal.

Secara keseluruhan, industri perbankan pada Juni 2026 berada dalam kondisi yang sangat sehat dan menguntungkan. Tingkat profitabilitas perbankan naik tipis menjadi 2,47 persen dibandingkan Mei 2026 sebesar 2,45 persen, dengan rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) yang terjaga kuat pada level 23,70 persen, hanya turun tipis dari 23,74 persen pada Mei 2026. Bagi pelaku usaha, kondisi perbankan yang sehat, likuid, dan memiliki permodalan kuat ini merupakan kesempatan emas untuk mengajukan pembiayaan. Namun, pelaku usaha tetap harus realistis dan berhati-hati dalam mengukur kemampuan bayar internal agar tidak membebani arus kas di kemudian hari.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kredit perbankanpembiayaan usahalikuiditas bank

Berita Terbaru Lainnya

Kesiapan Kejagung dan Polri Hadapi Gugatan Praperadilan Mantan Jampidsus Febrie AdriansyahKPK Perpanjang Penahanan Bupati Muara Enim Terkait Kasus Suap PengadaanPendampingan UPNVJ Bantu UMKM Kuliner Limo Depok Terapkan Manajemen Keuangan Berbasis DataPenyaluran Manfaat JKK dan THT TASPEN untuk Ahli Waris Petugas Damkar DKI JakartaDinamika Rotasi Portofolio Asing dan Pelepasan Saham TPIA Saat IHSG MenguatPanduan Mengenali Modus Penipuan Berbasis AI dan Langkah Pencegahannya Menurut OJKPenyaluran Bantuan Darurat Baznas RI untuk Korban Kebakaran di Kasepuhan Ciptamulya SukabumiDampak Mediasi Qatar terhadap Jalur Pelayaran dan Harga Minyak Global

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

Afiliasi

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

4 Agu 2026

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  4. 4Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  5. 5Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 PersenAfiliasi 路 4 Agu 2026
Afiliasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap