Industri pembiayaan (multifinance) menghadapi sejumlah tantangan operasional dan pertumbuhan pada tahun 2026. Dinamika daya beli masyarakat yang bergerak fluktuatif serta tren kenaikan suku bunga menjadi faktor utama yang memengaruhi laju penyaluran pembiayaan leasing nasional. Situasi tersebut menuntut perusahaan pembiayaan untuk menerapkan strategi penyaluran dana yang lebih terukur demi menjaga kinerja bisnis.
Dalam menghadapi tantangan tersebut, penyeimbangan portofolio antara pembiayaan sektor produktif dan sektor konsumtif menjadi salah satu langkah strategis yang ditempuh para pelaku industri. Pendekatan ini ditujukan untuk menekan risiko pembiayaan korporasi sekaligus mempertahankan serta meningkatkan profitabilitas perusahaan secara berkelanjutan.
Penyeimbangan Portofolio dan Mitigasi Risiko
Direktur Bisnis KB Bukopin Finance Fajar Satritama mengungkapkan bahwa keseimbangan antara penyaluran ke sektor produktif dan konsumtif berperan penting dalam menjaga stabilitas keuangan multifinance. Melalui bauran portofolio yang seimbang, perusahaan dapat mengelola potensi risiko pembiayaan korporasi dengan lebih baik di tengah naiknya beban biaya dana akibat pergerakan suku bunga.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Langkah mitigasi risiko tersebut dipadukan dengan optimalisasi peluang pada sektor-sektor yang masih mencatatkan permintaan solid. Dengan demikian, industri multifinance tetap mampu menjaga margin keuntungan meski beroperasi di bawah tekanan makroekonomi.
Fokus Pertumbuhan pada Kendaraan Listrik
Selain mengoptimalkan bauran pembiayaan produktif dan konsumtif, perusahaan leasing juga memusatkan penyaluran dana pada sektor-sektor yang memiliki prospek ekspansi kuat. Salah satu segmen yang menjadi fokus utama adalah pembiayaan kendaraan listrik, yang mencakup kategori motor listrik maupun mobil listrik.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Segmen kendaraan listrik dinilai memiliki prospek pertumbuhan yang menjanjikan, sehingga dapat menjadi pendorong baru bagi penyaluran pembiayaan di saat beberapa sektor lain mengalami perlambatan akibat penurunan daya beli konsumen.
Pembahasan mendalam mengenai arah strategi pembiayaan multifinance dalam merespons tantangan industri tahun 2026 ini disampaikan dalam program Power Lunch di CNBC Indonesia, melalui dialog antara jurnalis Shania Alatas dan Direktur Bisnis KB Bukopin Finance Fajar Satritama.






