tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalKeuangan DigitalDigital Economy & EarningKeuanganDigital EconomyEkonomi & RegulasiEkonomi GlobalRegulasi & HukumAfiliasiEkonomi KreatorPopuler
Beranda/Afiliasi

Strategi Penguatan Rantai Nilai Global untuk Memperluas Pasar UMKM Internasional

Wahyu SuryaniDiterbitkan 9 Agu 2026 - 10.57 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Strategi Penguatan Rantai Nilai Global untuk Memperluas Pasar UMKM Internasional
Foto/Ilustrasi: tempo.co.
A-A+

Pertemuan Para Menteri Perdagangan BRICS atau BRICS Trade Ministers' Meeting (TMM) yang berlangsung di Jaipur, India, pada Jumat, 7 Agustus 2026, menjadi panggung penting bagi Indonesia untuk menyuarakan kepentingan pelaku usaha kecil. Mengusung tema "Securing the Future: Fostering BRICS Cooperation for A Mutually Beneficial International Trade", forum ini dimanfaatkan oleh Menteri Perdagangan RI Budi Santoso untuk mendorong penguatan sistem perdagangan berbasis aturan. Langkah ini dirancang secara khusus guna memperluas keterlibatan serta peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam kancah perdagangan internasional. Melalui forum internasional ini, Indonesia menegaskan pentingnya kolaborasi global yang adil agar para pelaku usaha lokal tidak hanya menjadi penonton, melainkan mampu naik kelas dan bersaing secara aktif di pasar global.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalKeuangan DigitalDigital Economy & EarningKeuanganDigital EconomyEkonomi & RegulasiEkonomi GlobalRegulasi & HukumAfiliasiEkonomi Kreator

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Upaya membawa UMKM masuk ke dalam rantai pasok global sering kali membentur tembok tebal berupa berbagai hambatan struktural yang nyata. Hambatan paling mendasar yang terus dihadapi oleh para pelaku usaha kecil hingga saat ini adalah keterbatasan akses terhadap pembiayaan. Tanpa adanya sokongan dana yang memadai, pelaku usaha kesulitan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperbarui teknologi, maupun memenuhi standar kualitas ekspor yang ketat. Di samping kendala internal tersebut, ketidakpastian di tingkat global turut memperkeruh situasi perdagangan. Saat ini, tingkat kepercayaan terhadap kemampuan Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO dalam menjalankan fungsinya secara efektif tengah menghadapi tekanan yang cukup besar. Situasi ini memicu perlunya pembenahan sistem perdagangan multilateral agar persaingan usaha yang adil dapat tercipta bagi semua negara, khususnya negara berkembang yang mengandalkan sektor UMKM sebagai tulang punggung ekonomi.

Guna mengatasi berbagai tantangan struktural tersebut dan memaksimalkan potensi ekspor, pemanfaatan teknologi digital menjadi instrumen kunci yang tidak boleh diabaikan. Perkembangan teknologi terkini menunjukkan bahwa kecerdasan artifisial (AI) dan komputasi awan (cloud computing) memegang peran yang semakin krusial dalam memacu inovasi dan melahirkan nilai ekonomi baru yang signifikan. Indonesia merespons pergeseran lanskap digital ini dengan menerapkan langkah konkret di bidang fasilitasi perdagangan domestik. Salah satu terobosan penting yang telah dikembangkan secara mandiri adalah sistem otomatisasi penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA). Melalui sistem otomatis ini, para eksportir kini dapat secara langsung memanfaatkan tarif preferensi yang didasarkan pada berbagai perjanjian perdagangan bilateral maupun multilateral yang telah disepakati oleh Indonesia. Kemudahan akses ini memotong jalur birokrasi yang rumit, mempercepat proses administrasi, serta menekan biaya operasional ekspor secara nyata.

Baca Juga

Jaminan Keamanan Polda Metro Jaya Menjaga Stabilitas Aktivitas Publik dan Ekonomi Jakarta

Jaminan Keamanan Polda Metro Jaya Menjaga Stabilitas Aktivitas Publik dan Ekonomi Jakarta

Sebagai solusi konkret untuk mengatasi keterbatasan pendanaan yang dialami pelaku usaha, Indonesia menawarkan tiga langkah utama guna memperluas akses pembiayaan bagi UMKM. Langkah pertama berfokus pada peningkatan literasi pembiayaan agar para pelaku usaha memiliki pemahaman yang mendalam mengenai instrumen keuangan yang tersedia. Langkah kedua adalah memperluas inklusi pembiayaan digital agar layanan keuangan modern dapat menjangkau pelaku usaha di berbagai pelosok daerah dengan lebih cepat dan mudah. Langkah ketiga melibatkan diversifikasi program pembiayaan yang bersifat adaptif serta fleksibel, yang dirancang khusus untuk menyesuaikan dengan karakteristik unik serta kebutuhan riil dari masing-masing skala usaha kecil. Melalui kombinasi ketiga langkah ini, diharapkan hambatan modal tidak lagi menjadi penghalang utama bagi perkembangan usaha ke depan.

Untuk memastikan UMKM dapat terintegrasi dengan baik ke dalam pasar internasional, pembangunan rantai nilai global yang tangguh harus didorong melalui empat bidang utama secara simultan. Bidang pertama adalah penguatan konektivitas, yang diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur transportasi, logistik, dan infrastruktur digital yang efisien. Infrastruktur yang memadai ini sangat penting agar pelaku usaha semakin mudah terhubung dengan pasar regional maupun global. Bidang kedua adalah penyediaan fasilitasi perdagangan yang sederhana dan transparan. Bidang ketiga berfokus pada peningkatan kapasitas domestik agar kualitas produk lokal terus meningkat. Sementara bidang keempat adalah perumusan kebijakan perdagangan dan investasi yang kondusif untuk mendukung iklim usaha yang stabil dan sehat bagi para investor serta pelaku usaha lokal.

Baca Juga

E-Sports Kapolri Cup 2026, Wadah Pengembangan Talenta Digital Nasional

E-Sports Kapolri Cup 2026, Wadah Pengembangan Talenta Digital Nasional

Di tingkat multilateral, Indonesia memandang bahwa pemulihan kepercayaan terhadap WTO harus segera diprioritaskan oleh seluruh negara anggota. Upaya pembangunan kembali kepercayaan ini perlu difokuskan pada sejumlah isu utama, antara lain penguatan fungsi perundingan, pengutamaan agenda pembangunan, serta penciptaan persaingan usaha yang adil atau level playing field bagi semua pihak. Indonesia juga menyuarakan dukungan terhadap penerapan mekanisme perlakuan khusus dan berbeda atau Special and Differential Treatment (S&DT) yang lebih terarah, berbasis bukti, serta disesuaikan secara spesifik dengan kebutuhan dan tingkat pembangunan masing-masing negara.

Selain itu, kerja sama dalam kerangka BRICS untuk mempromosikan interoperabilitas dan pengaturan saling pengakuan atau Mutual Recognition Arrangements (MRA) dipandang sebagai langkah krusial. Melalui kesepakatan MRA ini, standar produk antarnegara dapat saling diakui sehingga mampu membangun kepercayaan global sekaligus meningkatkan partisipasi aktif pelaku usaha di berbagai pasar internasional. Dengan menyatukan langkah-langkah strategis ini, mulai dari penguatan sistem keuangan domestik hingga diplomasi perdagangan multilateral, Indonesia optimis dapat membuka jalan yang lebih lebar bagi UMKM untuk berkembang dan menjadi bagian integral dari rantai nilai global yang berkelanjutan.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

ekonomi digitalUMKMPerdagangan Internasional

Berita Terbaru Lainnya

Jaminan Keamanan Polda Metro Jaya Menjaga Stabilitas Aktivitas Publik dan Ekonomi JakartaE-Sports Kapolri Cup 2026, Wadah Pengembangan Talenta Digital NasionalKebakaran Lahan Bangka Tengah Tembus 118 Hektare, BPBD Rilis Panduan Keselamatan LingkunganDampak Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Jakarta Selatan dan Respons Kementerian PPPADampak Stabilitas Keamanan Terhadap Aktivitas Ekonomi Kota BogorTepung Mokaf, Peluang Usaha Mandiri dan Pemberdayaan PerempuanStrategi WOM Finance Menghadapi Kenaikan BI Rate dan Target Pembiayaan 2026Sejarah Bisnis Matahari, Dari Toko Micky Mouse hingga Akuisisi oleh Lippo Group pada 1996

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

Afiliasi

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

4 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 PersenAfiliasi 路 4 Agu 2026
  3. 3Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  4. 4Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  5. 5Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026