Gempa bumi yang terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), memerlukan penanganan yang cepat dan terkoordinasi dari berbagai pihak demi meminimalkan dampak terhadap aktivitas masyarakat. Salah satu aspek krusial dalam pemulihan pascabencana adalah menjaga keandalan pasokan energi untuk mendukung berbagai fasilitas penting, termasuk pembangkit listrik. Dalam upaya mendukung kelancaran pemulihan tersebut, Pertamina Patra Niaga terus memperkuat dukungan penanganan dampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini diambil guna memastikan bahwa kebutuhan energi di wilayah terdampak dapat terus terpenuhi tanpa adanya hambatan yang berarti.
Keberadaan pasokan listrik yang stabil sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan oleh pembangkit listrik setempat. Untuk menjaga agar pembangkit listrik tetap dapat beroperasi secara optimal, pengelolaan distribusi bahan bakar menjadi prioritas utama. Saat ini, pasokan BBM untuk kebutuhan pembangkit di wilayah yang terdampak gempa tersebut masih dapat dilayani dan disalurkan dari Fuel Terminal (FT) Reo. Pengoptimalan fasilitas di FT Reo ini menjadi pilar penting dalam menjaga keberlangsungan pasokan daya listrik bagi masyarakat Flores yang sedang menghadapi dampak bencana.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Pernyataan mengenai komitmen dan kesiapan ini disampaikan langsung oleh pihak manajemen perusahaan. VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa koordinasi dan penguatan dukungan terus dilakukan demi menjaga keandalan energi di NTT. Melalui perannya dalam komunikasi korporat, Kitty Andhora menegaskan bahwa Pertamina Patra Niaga berkomitmen penuh untuk mengawal penyaluran BBM agar tidak terjadi kendala operasional pada pembangkit listrik yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat di area terdampak bencana gempa bumi tersebut.
Selain memastikan pasokan dari fasilitas yang ada berjalan dengan baik, pengawasan terhadap jalur distribusi juga menjadi fokus yang sangat penting. Pertamina secara intensif terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jalur distribusi BBM, khususnya rute yang membentang dari Reo menuju Labuan Bajo. Pemantauan jalur distribusi dari Reo ke Labuan Bajo ini dilakukan untuk mendeteksi secara dini potensi hambatan fisik di jalanan atau infrastruktur akibat dampak gempa bumi, sehingga langkah-langkah antisipasi dapat segera diambil jika terjadi kendala di lapangan.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Sebagai bagian dari langkah antisipasi terhadap potensi kendala di jalur utama, Pertamina Patra Niaga juga telah merancang skema alternatif untuk menjamin keberlanjutan pasokan energi. Rute alternatif telah disiapkan melalui Integrated Terminal (IT) Tanjung Wangi. Dengan adanya rute alternatif melalui IT Tanjung Wangi ini, Pertamina Patra Niaga memiliki opsi cadangan yang solid apabila jalur distribusi utama mengalami gangguan. Melalui kombinasi pemantauan ketat, pemanfaatan FT Reo, dan kesiapan rute alternatif melalui IT Tanjung Wangi, diharapkan keandalan listrik dan pasokan BBM di Flores, NTT, tetap terjaga dengan aman selama masa penanganan dampak bencana.






