Masalah tingginya harga beras dan keterbatasan pangan di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Perhatian ini bermula dari dialog di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, ketika seorang mahasiswa asal Alor bernama Adriano Padama menyampaikan keluh kesah mengenai kondisi daerahnya. Adriano melaporkan bahwa harga beras di Alor melonjak tinggi akibat rendahnya tingkat produksi lokal serta hambatan distribusi antarpulau. Merespons aspirasi tersebut, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memulai intervensi awal, yang kemudian disusul dengan kunjungan kerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ke Alor pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Kunjungan tersebut menandai peluncuran strategi pertanian tiga tahap yang dirancang untuk mengatasi kemiskinan di wilayah tersebut.








