Penutupan sementara operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) di Tangerang, Banten, diperpanjang akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan pantauan di Terminal 3 Bandara Soetta pada Senin (7/9/2026), papan informasi penerbangan dipenuhi keterangan dibatalkan untuk berbagai jadwal penerbangan.
Penghentian operasional penerbangan ini diberlakukan demi menjaga keselamatan penerbangan. Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau dinilai sangat berbahaya karena dapat mengganggu fungsi mesin, merusak sistem kerja pesawat, serta membatasi jarak pandang pilot selama penerbangan. Seluruh operasional penerbangan di bandara terdampak dihentikan sementara hingga pukul 18.00 WIB.
Tujuh Bandara Terdampak Penutupan Operasional
Dikutip dari Otoritas Bandara Wilayah I Kelas Utama, penutupan sementara tidak hanya terjadi di Soekarno-Hatta. Terdapat tujuh bandara yang menghentikan operasional penerbangan akibat dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Ketujuh bandara yang terdampak penutupan sementara tersebut meliputi Bandara Soekarno-Hatta (CGK), Bandara Radin Inten II Lampung (TKG), Bandara Halim Perdanakusuma (HLP), Bandara Husein Sastranegara Bandung (BDO), Bandara Budiarto Curug (RTO), Bandara Pondok Cabe (PCB), serta Bandara M. Taufik Kiemas (TFY). Seluruh bandara tersebut menghentikan aktivitas operasionalnya hingga pukul 18.00 WIB.
Pemerintah Siagakan Bandara Alternatif 24 Jam
Untuk mengantisipasi kendala perjalanan dan memastikan mobilitas penumpang tetap berjalan, pemerintah menyiapkan sejumlah bandara pendukung di wilayah lain.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa pemerintah mengoperasikan beberapa bandara alternatif selama 24 jam penuh. Langkah operasional non-stop ini diambil untuk menjaga kelancaran mobilitas penumpang menyusul penutupan bandara akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sejumlah bandara alternatif yang disiagakan untuk beroperasi selama 24 jam tersebut mencakup Bandara Kertajati di Majalengka, Bandara Ahmad Yani di Semarang, Bandara Juanda di Surabaya, Bandara Yogyakarta International Airport, serta Bandara Adi Soemarmo di Solo.






