Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menekankan pentingnya partisipasi Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 di New Delhi, India. Kehadiran Indonesia dalam forum tersebut dinilai sangat strategis untuk merespons dan menghadapi ketidakpastian global yang tengah berlangsung.
Menurut Sugiono, keterlibatan dalam kerja sama multilateral menjadi salah satu instrumen utama untuk memperkuat posisi suatu negara di tengah beragam tantangan global. Melalui wadah multilateral, potensi dan kekuatan individu dari setiap negara anggota dapat dihimpun dan dikombinasikan menjadi satu kekuatan kolektif guna mencari solusi atas isu-isu krusial bersama.
Menghadapi Persoalan Pangan dan Fluktuasi Energi
Sugiono menyoroti bahwa penggabungan kekuatan antarnegara sangat dibutuhkan, terutama dalam mengatasi persoalan mendesak seputar ketersediaan pangan dan stabilitas energi. Saat ini, banyak negara di dunia menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dan akses pangan bagi masyarakatnya.
Talenta Vokasi Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan Dunia Kerja

Kondisi sulit tersebut dipicu oleh dua faktor utama, yaitu bencana alam serta konflik perang yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Di samping menghambat rantai pasok pangan, perang yang berkecamuk juga secara langsung memicu fluktuasi harga bahan bakar di pasar global yang berdampak luas terhadap perekonomian banyak negara.
Membuka Ruang Komunikasi dan Penyelarasan Kepentingan
Dalam konteks tersebut, kehadiran langsung Indonesia secara fisik di KTT BRICS dipandang memiliki nilai diplomasi yang krusial. Kehadiran delegasi secara tatap muka membuka ruang komunikasi dan negosiasi secara langsung dengan para pemimpin serta perwakilan negara-negara anggota BRICS.
Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Sugiono menegaskan bahwa pertemuan tatap muka ini memberikan kesempatan berharga bagi Indonesia untuk menyelaraskan kepentingan nasional dengan negara mitra. Melalui dialog yang intensif, negara-negara peserta dapat membangun kesepahaman serta membentuk sinergi bersama dalam menghadapi berbagai dinamika dan tantangan global di masa depan.






