tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal FinanceAfiliasiPopuler
Beranda/Aplikasi

Sumber Pertumbuhan GOTO dan Pencapaian Laba Bersih di Kuartal Kedua 2026

Ance ManoppoDiterbitkan 4 Agu 2026 - 13.51 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Sumber Pertumbuhan GOTO dan Pencapaian Laba Bersih di Kuartal Kedua 2026
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Peta jalan bisnis PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menunjukkan perkembangan signifikan pada pertengahan tahun 2026. Melalui wawancara dalam program Profit di CNBC Indonesia pada hari Senin, 3 Agustus 2026, Mercy Widjaja berdialog langsung dengan Chief Financial Officer (CFO) GOTO, Simon Ho. Dalam kesempatan tersebut, dipaparkan bahwa perusahaan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 252 miliar pada kuartal II-2026. Pencapaian ini menjadi salah satu tonggak penting bagi GOTO dalam membuktikan efisiensi operasional dan efektivitas strategi monetisasi yang mereka jalankan di pasar Indonesia.

Keberhasilan mencetak laba bersih ini tidak lepas dari pertumbuhan pendapatan bersih perusahaan yang meningkat sebesar 31% secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp 5,7 triliun pada kuartal II-2026. Selain itu, kinerja keuangan GOTO juga ditopang oleh pertumbuhan penyesuaian EBITDA Grup yang melonjak sebesar 137% secara tahunan hingga melampaui angka Rp 1 triliun. Dengan fondasi keuangan yang semakin kokoh, perusahaan kini memfokuskan strategi pada sektor-sektor yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi serta melakukan penyesuaian pada sektor yang mengalami perlambatan.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal Finance

Berikut adalah rangkuman informasi penting mengenai kinerja keuangan, sumber pertumbuhan, serta kebijakan strategis terbaru dari GOTO yang perlu diketahui.

Bagaimana rincian pencapaian keuangan GOTO selama kuartal II-2026?

Pada kuartal II-2026, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berhasil menorehkan laba bersih sebesar Rp 252 miliar. Kinerja positif ini didorong oleh kenaikan pendapatan bersih perusahaan yang mencapai Rp 5,7 triliun, atau tumbuh sebesar 31% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Faktor lain yang memperkuat kondisi keuangan perusahaan adalah pertumbuhan penyesuaian EBITDA Grup yang meningkat 137% secara tahunan hingga berhasil melewati angka Rp 1 triliun. Angka-angka ini mencerminkan efisiensi biaya yang terus diupayakan oleh manajemen di bawah kepemimpinan Simon Ho selaku CFO.

Baca Juga

Rupiah Melemah ke Rp18.020 per Dolar AS Saat IHSG Menguat di Level 6.260

Rupiah Melemah ke Rp18.020 per Dolar AS Saat IHSG Menguat di Level 6.260

Lini bisnis apa yang menjadi motor penggerak utama pertumbuhan GOTO saat ini?

Sektor teknologi finansial (fintech) saat ini menjadi pendorong utama pertumbuhan kinerja GOTO. Pertumbuhan EBITDA di sektor fintech tercatat melonjak sangat pesat hingga mampu melampaui pertumbuhan yang dihasilkan oleh sektor layanan on-demand. Melihat tren positif ini, manajemen GOTO menaruh harapan besar agar bisnis Fintech dapat memberikan kontribusi yang jauh lebih besar lagi bagi kinerja keuangan grup secara keseluruhan di masa mendatang, menggeser ketergantungan pada lini bisnis konvensional lainnya.

Berapa jumlah pengguna aktif yang bertransaksi di platform GOTO?

Skala operasional GOTO didukung oleh basis pengguna yang sangat luas di Indonesia. Saat ini, jumlah pengguna platform GOTO yang aktif bertransaksi telah melampaui angka 70 juta pengguna transaksi per tahun. Basis pengguna yang besar ini menjadi aset krusial bagi GOTO untuk terus mendorong penetrasi berbagai produk keuangan dan layanan digital mereka ke masyarakat luas, serta menjaga keberlanjutan transaksi di dalam ekosistem aplikasi mereka.

Baca Juga

Cara Mengelola Tekanan Bicara di Depan Publik Berdasarkan Pengalaman Pjs Gubernur BI di Forum KSSK

Cara Mengelola Tekanan Bicara di Depan Publik Berdasarkan Pengalaman Pjs Gubernur BI di Forum KSSK

Bagaimana kebijakan komisi terbaru GOTO untuk layanan transportasi roda dua?

GOTO menerapkan kebijakan baru terkait tarif komisi untuk layanan transportasi roda dua. Kebijakan ini berupa penerapan aturan komisi sebesar 8% bagi layanan transportasi roda dua, yang mulai diberlakukan secara efektif sejak bulan Juli 2027. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu perusahaan dalam mengoptimalkan pendapatan dari sektor transportasi online, sekaligus menjadi instrumen untuk menjaga keseimbangan ekosistem kemitraan di lapangan.

Mengapa GOTO menurunkan proyeksi laba untuk sektor layanan on-demand?

Meskipun sektor fintech menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat, GOTO mengambil langkah penyesuaian pada lini bisnis lainnya. Perusahaan memutuskan untuk menurunkan proyeksi laba bisnis pada sektor layanan on-demand (On-demand Services) sebesar Rp 300 miliar. Penurunan proyeksi ini dilakukan seiring dengan fokus perusahaan yang kini lebih diarahkan untuk memaksimalkan kontribusi dari sektor bisnis Fintech yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan lebih besar. Dengan demikian, alokasi sumber daya perusahaan dapat disesuaikan demi mencapai target laba bersih yang lebih konsisten ke depan.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Laporan KeuanganGOTOFintechEBITDA

Berita Terbaru Lainnya

Harga Emas Antam Turun Menjadi Rp 2.603.000 per Gram dan Ketentuan Pajak TransaksinyaPeran Data Kependudukan dan Identitas Digital dalam Pembangunan Ekonomi DaerahCara Memanfaatkan Stabilitas Kawasan dari Kesepakatan RI-Thailand untuk Strategi Usaha DigitalPembaruan Rambu Bahaya Wisata Lombok Tengah Pasca-Insiden di Pantai SemetiPenyidikan Kasus TPPU Febrie Adriansyah Berlanjut, Kejagung Gali Keterangan Empat Saksi SwastaDolar AS Tembus Rp 18.000, Panduan Valas bagi Pelaku Ekonomi DigitalKinerja Keuangan Mitratel dan Arah Baru Ekspansi Infrastruktur DigitalRupiah Melemah ke Rp18.020 per Dolar AS Saat IHSG Menguat di Level 6.260

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  4. 4Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  5. 5Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
Afiliasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap