tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal FinanceAfiliasiEkonomi KreatorPopuler
Beranda/Afiliasi

Syarat dan Tantangan Pusat Finansial Internasional Indonesia dalam Menarik Investor Global

Wulan WijayaDiterbitkan 5 Agu 2026 - 13.31 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Syarat dan Tantangan Pusat Finansial Internasional Indonesia dalam Menarik Investor Global
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Diskusi mengenai masa depan sektor keuangan domestik kembali menghangat dalam Indonesia Business Forum yang diselenggarakan di Jakarta baru-baru ini. Pertemuan strategis tersebut secara khusus membahas rencana pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Forum penting ini dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci lintas sektor, mulai dari Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal, Ekonom Bank Permata Josua Pardede, hingga Ketua Asosiasi Kader Sosio Ekonomi Strategis (AKSES) Suroto. Kehadiran para pemangku kebijakan dan praktisi ekonomi ini menandai keseriusan Indonesia dalam merumuskan langkah taktis untuk membangun pusat keuangan yang kompetitif di tingkat global.

Dalam pembahasan tersebut, muncul kesadaran bersama bahwa mendirikan pusat keuangan internasional tidak semudah menawarkan potongan pajak. Agar mampu bersaing dengan pusat finansial mapan seperti Dubai, Indonesia dituntut untuk membenahi aspek fundamentalnya terlebih dahulu. Kepercayaan investor global tidak dapat dibangun secara instan hanya dengan janji keuntungan finansial, melainkan harus ditopang oleh fondasi hukum yang kuat serta tata kelola kelembagaan yang bersih dan efisien.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal Finance

Mengapa insentif fiskal seperti tax holiday dinilai belum cukup untuk menarik minat investor global ke PFII?

Chief Economist Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, memberikan pandangan mendalam mengenai hal ini. Menurutnya, pengalaman dari berbagai pusat keuangan global membuktikan bahwa insentif pajak bukanlah satu-satunya pertimbangan utama bagi para pemilik modal ketika menentukan lokasi investasi mereka. Investor asing cenderung memprioritaskan kepastian regulasi, kemudahan dalam menjalankan bisnis, kualitas pelayanan birokrasi, serta keberadaan mekanisme penyelesaian sengketa hukum yang kredibel. Fakhrul menambahkan bahwa kepercayaan investor terhadap institusi pengelola adalah kunci utama. Jika tata kelola kelembagaan masih diragukan, insentif fiskal seperti tax holiday tidak akan cukup untuk menutupi risiko ketidakpastian tersebut. Oleh karena itu, reformasi kelembagaan dan peningkatan standar pelayanan menjadi pekerjaan rumah yang mendesak bagi pemerintah Indonesia.

Baca Juga

Cara Merapikan Keuangan UMKM dari Dasar Melalui Kelas PeDe Akuntansi

Cara Merapikan Keuangan UMKM dari Dasar Melalui Kelas PeDe Akuntansi

Apa saja modal awal yang dimiliki Indonesia untuk bersaing dalam skala internasional?

Sebagai salah satu anggota G20, Indonesia sebenarnya memiliki modalitas ekonomi yang sangat besar untuk mendukung kehadiran PFII. Potensi utama tersebut meliputi ukuran pasar domestik yang luas, kekayaan sumber daya alam yang melimpah, bonus demografi yang menjanjikan, serta ketersediaan tenaga kerja yang terus berkembang. Pemanfaatan bonus demografi dan peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal akan menjadi kunci penting dalam meyakinkan investor bahwa Indonesia siap menyediakan sumber daya manusia yang kompeten untuk mengelola operasional lembaga keuangan asing di PFII. Namun, potensi mentah ini perlu dikelola secara terstruktur melalui regulasi yang stabil agar dapat dikonversi menjadi daya tarik investasi yang nyata di sektor keuangan.

Bagaimana arus modal asing di PFII dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian domestik?

Baca Juga

Sebaran Penduduk Miskin di Indonesia Berdasarkan Data BPS Maret 2026

Sebaran Penduduk Miskin di Indonesia Berdasarkan Data BPS Maret 2026

Ketua AKSES Suroto menekankan bahwa masuknya arus modal global tidak boleh hanya sekadar menjadi angka statistik investasi yang semu. Aliran dana yang masuk melalui PFII harus mampu menciptakan lapangan kerja baru yang berkualitas bagi masyarakat lokal, sekaligus meningkatkan produktivitas ekonomi nasional secara keseluruhan. Selain itu, investasi tersebut wajib diarahkan untuk mendorong transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan melalui transfer pengetahuan. Kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga harus merasakan efek pengganda (multiplier effect) yang nyata dari aktivitas ekonomi di dalam pusat finansial tersebut, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya berpusat pada korporasi besar.

Layanan dan ekosistem penunjang apa saja yang wajib disediakan oleh PFII agar mampu bersaing secara internasional?

Untuk dapat beroperasi sebagai pusat keuangan global yang mandiri, PFII memerlukan ekosistem jasa keuangan yang komprehensif dan terintegrasi. Hal ini mencakup keberadaan lembaga perbankan investasi yang kuat, penyedia jasa pengelolaan kekayaan (wealth management), firma hukum internasional yang memahami hukum lintas negara, serta ketersediaan tenaga profesional dengan standar kompetensi global. Tanpa ekosistem penunjang yang lengkap ini, transaksi keuangan skala besar akan sulit dieksekusi secara efisien, yang pada akhirnya dapat membuat investor lebih memilih pusat keuangan di negara lain yang ekosistemnya sudah matang.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Ekonomi NasionalSektor KeuanganInvestasi GlobalPFII

Berita Terbaru Lainnya

Cara Merapikan Keuangan UMKM dari Dasar Melalui Kelas PeDe AkuntansiSebaran Penduduk Miskin di Indonesia Berdasarkan Data BPS Maret 2026Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sentuh 5,29 Persen, Sektor Pendorong Utama dan Peta Kekuatan Pasar DomestikDorongan Sentimen Domestik dan Global di Balik Penguatan IHSG ke Level 6.363Layanan Kesehatan dan Logistik Baznas Hadir di Zikir Kebangsaan MonasStrategi Menggaet Pasar Gen Z dan Milenial Berdasarkan Data Kependudukan Dukcapil 2026Data BPS Maret 2026, Angka Kemiskinan Indonesia Turun Menjadi 22,93 Juta OrangAksi Relawan SPPG di Kuningan Menahan Babi Hutan demi Lindungi Warga

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

Afiliasi

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

4 Agu 2026

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  4. 4Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  5. 5Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 PersenAfiliasi 路 4 Agu 2026
Afiliasi
Ekonomi Kreator

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap