PT Gama Multi Usaha Mandiri (Gama Multi Group), entitas holding dan investasi milik Universitas Gadjah Mada (UGM), bersiap mengantarkan anak usahanya, PT Swayasa Prakasa Tbk (SWAP), melantai di pasar modal Indonesia. Melalui penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) ini, perseroan membidik perolehan dana segar hingga Rp45,22 miliar.
Bagi calon investor yang ingin mencermati serta mempersiapkan keikutsertaan dalam penawaran saham perdana ini, berikut adalah rincian struktur penawaran, rencana penggunaan dana, dan langkah-langkah memantau jadwal pelaksanaannya.
Struktur Saham dan Rencana Alokasi Dana IPO SWAP
Dalam aksi korporasi ini, Swayasa Prakasa melepas maksimal 323 juta lembar saham baru kepada publik. Angka tersebut setara dengan porsi kepemilikan sebesar 30,30 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah proses IPO selesai.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Dana hasil IPO sebesar maksimal Rp45,22 miliar tersebut telah dialokasikan untuk tiga pos kebutuhan utama perseroan:
- Modal Kerja Operasional: Sekitar Rp15,8 miliar disiapkan untuk mendanai operasional, guna memacu kapasitas produksi sekaligus mendongkrak standar mutu produk.
- Belanja Modal (Capital Expenditure): Sekitar Rp12,2 miliar dialokasikan untuk kebutuhan belanja modal dalam mendukung ekspansi usaha.
- Pelunasan Kewajiban: Sekitar Rp12 miliar ditujukan guna melunasi kewajiban finansial perseroan kepada PT Gama Multi Usaha Mandiri (GMUM) serta Yayasan Universitas Gadjah Mada (YUGM).
Langkah dan Jadwal Pemesanan Saham IPO SWAP
Untuk mengikuti proses penawaran hingga pencatatan saham SWAP di bursa efek, investor dapat memantau dan mengambil tindakan sesuai tahapan jadwal berikut:
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

1. Ikuti Masa Penawaran Awal (Bookbuilding) Pada tanggal 24 hingga 27 Agustus 2026, perseroan membuka masa penawaran awal (bookbuilding). Rentang harga saham yang ditawarkan berada di kisaran Rp130 sampai dengan Rp140 per lembar saham. Pada fase ini, peminat dapat memasukkan minat pemesanan harga sesuai perkiraan valuasi.
2. Lakukan Pemesanan pada Masa Penawaran Umum Perdana Setelah harga final ditentukan berdasarkan hasil bookbuilding, masa penawaran umum perdana saham akan berlangsung pada 2 hingga 8 September 2026. Calon investor dapat mengonfirmasi dan mengajukan pesanan pembelian saham resmi melalui sistem penawaran umum elektronik atau perantara pedagang efek yang digunakan.
3. Pantau Hasil Penjatahan Saham Proses penjatahan saham dijadwalkan terlaksana pada 8 September 2026. Pada tanggal ini, sistem akan menetapkan berapa banyak jumlah lot saham yang berhasil didapatkan oleh masing-masing pemesan sesuai alokasi dan permintaan yang masuk.
4. Periksa Distribusi Saham ke Rekening Efek Distribusi saham dan pengembalian sisa dana pemesanan (refund, jika terjadi kelebihan permintaan) dijadwalkan berlangsung pada 9 September 2026. Investor perlu mengecek mutasi portofolio efek pada aplikasi sekuritas masing-masing guna memastikan saham telah masuk ke sub-rekening efek.
5. Pencatatan Perdana di Bursa Efek Indonesia Saham SWAP dijadwalkan resmi melantai dan diperdagangkan di pasar modal Indonesia pada 10 September 2026. Pada hari pertama perdagangan ini, pemegang saham sudah dapat melakukan transaksi jual maupun beli secara terbuka di pasar reguler.
Hal yang Perlu Diperhatikan Calon Investor
Sebelum memutuskan untuk memesan saham, pastikan ketersediaan dana pada Rekening Dana Nasabah (RDN) telah mencukupi sebelum batas akhir masa penawaran umum ditutup. Setiap pemodal disarankan mencermati prospektus ringkas, khususnya terkait rasio keuangan dan tujuan penggunaan dana, guna memastikan keputusan investasi selaras dengan profil risiko masing-masing.






