Operasional komersial Tambang Emas Pani mulai memberikan dampak nyata terhadap kinerja keuangan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS). Pada semester I-2026, emiten tambang emas ini berhasil memangkas rugi bersih dan mencatatkan lonjakan pendapatan secara signifikan berkat kontribusi aset tambang tersebut.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, EMAS membukukan pendapatan sebesar US$30,9 juta atau sekitar Rp547,39 miliar sepanjang enam bulan pertama tahun 2026. Realisasi ini melonjak sekitar 369 kali lipat dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat senilai US$83.786. Peningkatan pendapatan yang masif terjadi seiring langkah Tambang Emas Pani yang mulai berproduksi secara komersial sejak kuartal I-2026.
Kenaikan pemasukan tersebut turut menekan tekanan beban keuangan perseroan. Rugi bersih EMAS pada semester I-2026 menyusut 7,35% secara tahunan (year-on-year) menjadi US$14,87 juta atau setara Rp263,42 miliar, membaik dari kerugian sebesar US$16,05 juta pada semester pertama tahun sebelumnya.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Kenaikan Produksi dan Penjualan Emas Kuartal II-2026
Pertumbuhan kinerja operasional EMAS terakselerasi signifikan pada kuartal II-2026. Produksi emas perseroan pada periode April鈥揓uni 2026 melesat lebih dari delapan kali lipat dibandingkan kuartal sebelumnya menjadi 15.594 ounce. Tambahan hasil tambang tersebut mengerek total produksi emas perseroan pada semester I-2026 hingga menyentuh 17.412 ounce.
Lonjakan produksi sejalan dengan peningkatan volume penjualan. Pada kuartal II-2026, volume penjualan emas EMAS mencapai 6.439 ounce, meningkat tajam dibandingkan realisasi penjualan kuartal I-2026 yang tercatat sebesar 516 ounce.
Presiden Direktur Merdeka Gold Resources, Boyke P. Abidin, menyampaikan bahwa fokus perseroan ke depan diarahkan pada percepatan produksi dan peningkatan efisiensi kinerja operasional guna memaksimalkan potensi tambang yang ada.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Progres Konstruksi Fasilitas CIL
Di samping pengoperasian tambang, perseroan terus melanjutkan ekspansi infrastruktur pengolahan. Konstruksi fasilitas Carbon-in-Leach (CIL) pad untuk tangki CIL dan pre-leach thickener telah berhasil diselesaikan pada akhir Juni 2026. Fasilitas pengolahan CIL pad secara keseluruhan ditargetkan mulai beroperasi penuh pada tahun 2028 mendatang.
Dari sisi neraca permodalan, total aset EMAS tercatat sebesar US$964,32 juta per semester I-2026. Nilai aset tersebut terdiri atas liabilitas perseroan sebesar US$602,76 juta dan ekuitas senilai US$361,56 juta.






