tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Keuangan

Target 1.100 Emiten pada 2030 dan Langkah Indonesia Menuju 10 Besar Pasar Modal Dunia

Wulan WijayaDiterbitkan 30 Jul 2026 - 18.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Target 1.100 Emiten pada 2030 dan Langkah Indonesia Menuju 10 Besar Pasar Modal Dunia
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pasar modal Indonesia terus berupaya memperkuat posisinya, baik di tingkat domestik maupun global. Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menetapkan target besar untuk menjaring hingga 1.100 emiten atau perusahaan tercatat pada tahun 2030. Langkah strategis ini dirancang untuk memperluas pilihan investasi bagi masyarakat sekaligus memperdalam pasar keuangan nasional. Untuk merealisasikan target jangka panjang tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai bahwa bursa setidaknya membutuhkan kehadiran sekitar 30 perusahaan baru yang menggelar Initial Public Offering (IPO) setiap tahunnya.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer
Saat ini, jumlah perusahaan yang telah melantai di bursa tercatat sebanyak 963 emiten. Dengan melihat selisih yang ada menuju target tahun 2030, penambahan sekitar 150 perusahaan baru melalui penawaran umum perdana dinilai menjadi kunci utama. Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon (PMDK) OJK, Hasan Fawzi, target 1.100 emiten ini dapat dicapai apabila konsistensi pelaksanaan IPO oleh 30 perusahaan per tahun dapat terus terjaga. Masuknya emiten-emiten baru dengan kualitas yang baik diharapkan mampu mendongkrak nilai kapitalisasi pasar secara signifikan.

Selain mengejar kuantitas emiten, target ini juga sejalan dengan ambisi BEI untuk membawa pasar modal Indonesia menembus jajaran 10 besar dunia. Saat ini, kekuatan pasar saham Tanah Air sudah cukup diperhitungkan dengan menempati posisi 20 besar global, baik dari sisi besaran nilai kapitalisasi pasar maupun nilai transaksi. Dengan menambah sekitar 150 emiten baru berkualitas baik, akselerasi pertumbuhan kapitalisasi pasar diharapkan dapat berjalan lebih cepat guna menggeser posisi Indonesia ke peringkat yang lebih tinggi di kancah internasional.

Baca Juga

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

Upaya memperbesar kapasitas pasar modal ini terus berjalan secara konsisten sepanjang tahun 2026. Data mencatat bahwa target keseluruhan untuk penghimpunan dana di pasar modal pada tahun 2026 dipatok sebesar Rp250 triliun. Hingga pertengahan tahun, tepatnya per 30 Juni 2026, total nilai dana yang berhasil dihimpun di pasar modal Indonesia telah menyentuh angka Rp125,74 triliun. Angka ini mencerminkan kinerja penggalangan dana yang berjalan dinamis mendekati separuh dari target tahunan yang telah ditetapkan.

Aktivitas pasar modal juga terus menunjukkan pergerakan melalui sejumlah rencana korporasi yang masuk dalam daftar antrean. Data per 20 Juli 2026 menunjukkan bahwa terdapat tiga proses IPO yang sedang berjalan dalam pipeline penawaran umum. Selain itu, terdapat pula dua proses Penawaran Umum Terbatas (PUT) atau rights issue dengan nilai emisi sebanyak-banyaknya mencapai Rp6,73 triliun. Untuk instrumen surat utang, terdapat empat proses penerbitan obligasi dan sukuk dengan proyeksi nilai emisi sebanyak-banyaknya sebesar Rp5,25 triliun.

Baca Juga

Analisis Faktor Penyebab Turunnya Harga Minyak Dunia di Bawah US$90

Analisis Faktor Penyebab Turunnya Harga Minyak Dunia di Bawah US$90

Meskipun target angka dan nilai penggalangan dana terlihat masif, regulator menegaskan pentingnya menjaga kualitas dari setiap emiten yang melantai. OJK menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya berfokus pada pencapaian nilai penghimpunan dana semata, tetapi juga pada peningkatan kualitas pasar modal secara keseluruhan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pertumbuhan jumlah emiten berjalan beriringan dengan terciptanya ekosistem pasar yang sehat dan kredibel dalam jangka panjang.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

SahamPasar ModalBursa Efek IndonesiaIPOOtoritas Jasa KeuanganEmiten

Berita Terbaru Lainnya

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026Analisis Faktor Penyebab Turunnya Harga Minyak Dunia di Bawah US$90IHSG Menguat 0,72 Persen di Sesi I 30 Juli 2026, Saham Perbankan Jadi Penopang UtamaMenyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027Cara Membaca Peluang Bisnis dari Transisi Industri Otomotif IndonesiaCara Memastikan Laporan LHKPN dan Gratifikasi Sesuai Ketentuan KPKMewaspadai Modus Ganjal ATM, Pelajaran dari Kasus Penyergapan di PamulangDampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

Paling Banyak Dibaca

Analisis Faktor Penyebab Turunnya Harga Minyak Dunia di Bawah US$90

Ekonomi Digital

Analisis Faktor Penyebab Turunnya Harga Minyak Dunia di Bawah US$90

30 Jul 2026

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

Finance

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

30 Jul 2026

IHSG Menguat 0,72 Persen di Sesi I 30 Juli 2026, Saham Perbankan Jadi Penopang Utama

Pasar Saham

IHSG Menguat 0,72 Persen di Sesi I 30 Juli 2026, Saham Perbankan Jadi Penopang Utama

30 Jul 2026

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

Ekonomi Digital

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

30 Jul 2026

Cara Membaca Peluang Bisnis dari Transisi Industri Otomotif Indonesia

Ekonomi Digital

Cara Membaca Peluang Bisnis dari Transisi Industri Otomotif Indonesia

30 Jul 2026

Cara Memastikan Laporan LHKPN dan Gratifikasi Sesuai Ketentuan KPK

Regulasi & Kepatuhan

Cara Memastikan Laporan LHKPN dan Gratifikasi Sesuai Ketentuan KPK

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Analisis Faktor Penyebab Turunnya Harga Minyak Dunia di Bawah US$90Ekonomi Digital 路 30 Jul 2026
  2. 2Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026Finance 路 30 Jul 2026
  3. 3IHSG Menguat 0,72 Persen di Sesi I 30 Juli 2026, Saham Perbankan Jadi Penopang UtamaPasar Saham 路 30 Jul 2026
  4. 4Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027Ekonomi Digital 路 30 Jul 2026
  5. 5Cara Membaca Peluang Bisnis dari Transisi Industri Otomotif IndonesiaEkonomi Digital 路 30 Jul 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap