Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan tarif flat sebesar Rp 5.000 untuk perjalanan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai selama masa awal pengoperasian. Kendati demikian, skema tarif terjangkau tersebut hanya berlaku hingga Oktober 2026 mendatang.
Kepastian mengenai jangka waktu tarif flat ini disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melalui unggahan pada akun Instagram pribadinya, @pramonoanungw, pada Selasa (25/8/2026). Pramono menyatakan bahwa besaran tarif flat yang berlaku saat ini tetap dipertahankan sebesar Rp 5.000 sampai dengan Oktober.
Saat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih berada dalam proses pengkajian untuk menetapkan penyesuaian tarif setelah adanya perpanjangan rute hingga kawasan Manggarai. Targetnya, keputusan resmi terkait penetapan tarif baru tersebut dapat diputuskan pada Oktober mendatang.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Kapasitas dan Spesifikasi LRT Jakarta Fase 1B
Jalur LRT Jakarta Fase 1B untuk rute Velodrome menuju Manggarai membentang sepanjang sekitar 12,2 kilometer dan diproyeksikan melayani 11 stasiun pemberhentian. Dalam operasionalnya, setiap satu rangkaian kereta atau trainset LRT Jakarta terdiri dari dua gerbong yang memiliki kapasitas angkut sekitar 270 penumpang.
Pada tahap awal masa operasionalnya, moda transportasi rel ini telah menjalani uji coba simulasi untuk mengangkut sekitar 60.000 hingga 80.000 penumpang. Dari simulasi tersebut, LRT Jakarta diperkirakan mampu melayani kapasitas maksimal hingga mencapai 100.000 penumpang.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Rencana Perluasan Jalur dan Kawasan TOD
Pramono menambahkan bahwa proyek pembangunan lintasan LRT Jakarta tidak berhenti pada rute yang ada saat ini. Pemerintah merencanakan keberlanjutan pembangunan koridor LRT Jakarta agar dapat menembus kawasan Dukuh Atas sekaligus terhubung ke Stasiun Whoosh Halim.
Pembangunan dan perluasan rute transportasi massal ini turut disokong oleh konsep integrasi kawasan, yakni pembangunan Transit Oriented Development (TOD) di sejumlah titik di sepanjang jalur rel. Salah satu titik yang masuk dalam rancangan pengembangan kawasan terpadu tersebut berada di area Jakarta International Equestrian Park Pulomas, Jakarta Timur.






