Pertemuan penting terjadi pada Kamis, 6 Agustus 2026, ketika Presiden Prabowo Subianto bertatap muka secara langsung dengan 150 periset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dalam kesempatan tersebut, Kepala BRIN Arif Satria memaparkan berbagai terobosan riset dan inovasi di sektor energi yang tengah dikembangkan oleh lembaga tersebut. Salah satu poin utama yang menarik perhatian adalah klaim mengenai teknologi baru yang mampu menekan angka impor sekaligus menghemat anggaran subsidi LPG nasional hingga puluhan triliun rupiah.
Teknologi yang dimaksud adalah Adsorbed Natural Gas (ANG). Inovasi ini dirancang sebagai solusi alternatif untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas alam domestik demi mengurangi ketergantungan pada pasokan impor. BRIN memproyeksikan bahwa transisi ke teknologi ini dapat membantu menyehatkan APBN melalui pengurangan beban subsidi energi secara signifikan. Untuk memahami lebih dalam mengenai teknologi ini dan dampaknya bagi perekonomian domestik, berikut adalah beberapa pertanyaan mendasar yang sering diajukan terkait program tersebut.








