Nusa Dua — Perhelatan Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 menjadi momentum akselerasi ekspansi infrastruktur telekomunikasi global bagi PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin). Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) tersebut resmi menyepakati empat kerja sama strategis lintas sektor guna memperkuat kapasitas transmisi data, integrasi perangkat lunak, hingga infrastruktur pusat data internasional.
Langkah pertama ditandai lewat penandatanganan Letter of Intent (LOI) antara entitas Telin in Singapore dan PEACE Cable International Network Co., Limited (PEACE). Kesepakatan yang ditandatangani CEO Telin in Singapore Indarto dan CEO PEACE Cable International Network Co. Sun Xiaohua ini menargetkan penambahan sumber daya konektivitas Telin sekitar 1,4 Terabit per second (Tbps) pada rute strategis penghubung kawasan Asia, Afrika, dan Eropa. Kerja sama tersebut mencakup alokasi dark spectrum resources rute Mesir–Prancis serta kapasitas end-to-end yang menopang konektivitas lintas wilayah Mesir.
Di bidang standardisasi arsitektur teknologi, Telin menandatangani Open API & Open Digital Architecture (ODA) Manifesto bersama TM Forum. Penandatanganan dilakukan oleh Chief Technology Officer Telin Wahyudi Chandra Purnama dan Chief Technology Officer TM Forum George Glass. Melalui manifesto ini, Telin berkomitmen mengadopsi Open Digital Architecture dan Open APIs sebagai pilar fundamental rancang bangun perangkat lunaknya. Menurut Chief of Product Telin Azmal Yahya, adopsi standar terbuka ini merupakan langkah penting dalam mewujudkan integrasi layanan digital yang lincah dan berstandar industri global.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Telin juga memperluas sinergi infrastruktur pusat data melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama SM+. Kolaborasi ini menggabungkan kapabilitas fasilitas data center milik SM+ dengan keandalan jaringan konektivitas internasional Telin. Dalam kemitraan tersebut, Telin akan memasok dukungan konektivitas global bagi SM+ dan basis pelanggannya melalui portofolio layanan internasional, termasuk pemanfaatan solusi TNEX.
Sinergi keempat berfokus pada pengembangan jalur transmisi melalui MoU BSCS Fiber Pair Project antara Telin dan PT Graha Telekomunikasi Indonesia (GTI), unit bisnis dari Remala Group di bawah naungan Djarum Group. Kerja sama ini menjadi kerangka eksplorasi pemanfaatan kapasitas fiber pair serta pembukaan peluang konektivitas internasional baru.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

CEO Telin Abdul Rahman Ansyori menyampaikan bahwa rangkaian kesepakatan ini selaras dengan arah industri digital dunia yang terus bergerak menuju ekosistem yang saling terkoneksi. Kolaborasi multipihak ini diarahkan untuk memperkokoh kesiapan infrastruktur telekomunikasi Indonesia dalam merespons tingginya lonjakan arus data antarbenua.






