Rencana pemanfaatan aset perkantoran milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memasuki babak baru setelah Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menyampaikan surat kepeminatan untuk menyewa ruang kantor di Gedung Graha Merah Putih (GMP). Pengelolaan gedung operasional tersebut berada di bawah kendali anak usaha Telkom, PT Telkom Landmark Tower (TLT).
Sebagai langkah awal dari penjajakan tersebut, BGN telah merampungkan survei pendahuluan bersama perwakilan manajemen TLT dan Telkom. Saat ini, ketiga pihak tengah melangsungkan koordinasi internal guna mematangkan prosedur kerja sama, kesiapan teknis, dan kelengkapan administrasi yang dipersyaratkan.
Penentuan Harga Sewa Berbasis Mekanisme Pasar
Kepastian mengenai besaran nilai transaksi serta jangka waktu sewa belum ditetapkan secara final. Durasi sewa masih dirumuskan dalam pembahasan internal BGN, sedangkan nilai transaksi menunggu hasil identifikasi spesifik terhadap luas area gedung yang akan digunakan.
Untuk menetapkan tarif sewa, Telkom akan mengacu pada hasil penilaian nilai wajar dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) independen yang disepakati kedua belah pihak. Skema ini ditempuh untuk menjamin transparansi serta akuntabilitas aset perseroan.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Dony Oskaria menegaskan bahwa seluruh proses pengalihan ruang kerja ini dijalankan mengikuti mekanisme pasar dalam rangka optimalisasi aset. Mengingat Telkom berstatus sebagai perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia, setiap transaksi komersial wajib berpijak pada kalkulasi harga pasar agar tidak menimbulkan kerugian bagi perseroan.
Hingga tahap penjajakan ini berjalan, Telkom belum menghitung estimasi dampak maupun kontribusi finansial dari transaksi tersebut terhadap pos pendapatan, laba bersih, maupun arus kas perusahaan.
Penataan Unit Internal dan Peluang Kolaborasi Digital
Optimalisasi pemanfaatan Gedung GMP turut membawa konsekuensi pada penataan ulang ruang kerja karyawan Telkom. Sejumlah divisi kerja akan dialihkan ke lokasi gedung milik Telkom lainnya, mencakup Gedung Telkom Landmark Tower serta beberapa kantor Witel di kawasan Jabodetabek.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Unit kerja yang terdampak penataan tersebut meliputi direktorat Finance & Risk Management, Wholesale & International Business, Human Capital Management, IT Digital, Enterprise & Business Service, Network, hingga jajaran anak perusahaan dan entitas asosiasi terkait. Penghitungan biaya relokasi untuk proses pemindahan ini masih dalam tahap penelaahan.
Di samping transaksi penyewaan gedung, Telkom membuka ruang eksplorasi kerja sama lanjutan dengan BGN. Peluang kemitraan strategis tersebut mencakup penyediaan infrastruktur konektivitas jaringan, integrasi solusi digital, penyediaan fasilitas workstation, hingga dukungan layanan korporasi lainnya.






