PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) memberikan tanggapan resmi mengenai kabar rencana konsolidasi bisnis menara yang melibatkan anak perusahaannya, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel), dengan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG). Kabar mengenai potensi merger antara kedua entitas pengelola menara telekomunikasi ini kembali menjadi perhatian pelaku pasar modal dan industri telekomunikasi nasional.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menjelaskan bahwa Telkom Group melalui Mitratel selalu membuka diri terhadap berbagai peluang yang ada guna memperbaiki lanskap industri menara telekomunikasi. Langkah konsolidasi dinilai sebagai salah satu proses yang wajar dan merupakan fase alami dalam rangka mematangkan serta menyehatkan industri, terutama untuk sektor yang menuntut intensitas permodalan tinggi dan membutuhkan investasi jangka panjang yang besar.
Dian menambahkan bahwa proses konsolidasi di dalam industri berpotensi mendorong tercapainya efisiensi operasional yang jauh lebih tinggi. Selain efisiensi, penggabungan dan konsolidasi juga dinilai dapat membuka ruang kolaborasi serta kerja sama strategis untuk mempercepat pemerataan akses digital. Kendati demikian, Dian menekankan bahwa setiap aksi korporasi yang dijalankan harus tetap berfokus pada penguatan bisnis utama serta penciptaan nilai jangka panjang, tidak hanya bagi Mitratel melainkan juga bagi Telkom Group secara keseluruhan.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Sebagai bagian dari eksplorasi tersebut, pihak Mitratel dilaporkan telah meminta penasihat untuk mengajukan rencana mengenai kemungkinan skema merger dengan TBIG. Di sisi lain, Telkom Indonesia menyatakan bahwa Mitratel senantiasa melakukan evaluasi secara berkala terhadap berbagai opsi strategis demi pengembangan bisnis perusahaan dan penciptaan nilai jangka panjang.
Pendangan terhadap aksi korporasi ini juga disampaikan oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel, Daru Mulyaman. Daru menyampaikan bahwa pihak manajemen memiliki kajian yang positif terhadap rencana konsolidasi tersebut. Langkah konsolidasi dipandang dapat menjadi pendorong terciptanya iklim persaingan usaha yang lebih sehat sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Wacana merger antara Mitratel dan TBIG bukanlah peristiwa baru di industri telekomunikasi Indonesia. Kabar serupa sebelumnya pernah mengemuka pada 2015 lalu. Namun, pada saat itu transaksi bisnis antara kedua pihak tidak terealisasi setelah tidak memperoleh persetujuan lebih lanjut.






