Kinerja keuangan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar mencatatkan tren pertumbuhan yang sangat positif sepanjang tahun 2026. Perusahaan daerah milik pemerintah kota ini berhasil membukukan raihan laba hingga mencapai Rp 17,3 miliar sampai dengan periode akhir Juli 2026. Capaian laba yang signifikan tersebut disampaikan secara langsung oleh Plt Direktur Keuangan PDAM Makassar, Wirda Fauzah, kepada para wartawan pada Kamis (13/8/2026). Perolehan keuangan ini menjadi catatan penting bagi perusahaan, sebab capaian laba pada pertengahan tahun 2026 tersebut secara resmi telah melampaui target tahunan yang sebelumnya telah ditetapkan sebesar Rp 8,4 miliar.
Jika menilik laporan keuangan perusahaan pada periode sebelumnya, lonjakan perolehan laba PDAM Makassar sudah terlihat sejak pertengahan tahun berjalan. Berdasarkan laporan keuangan hingga Juni 2026, laba perusahaan daerah ini telah mencapai Rp 15,9 miliar. Perolehan laba hingga bulan Juni 2026 tersebut berada pada angka sekitar 188,8 persen dari target tahunan yang ditetapkan. Pencapaian ini mengindikasikan pertumbuhan yang sangat pesat apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, di mana laba PDAM Kota Makassar pada Juni 2025 lalu tercatat sekitar Rp 1,8 miliar.
Capaian laba sebesar Rp 17,3 miliar hingga akhir Juli 2026 ini juga terasa kian istimewa jika disandingkan dengan realisasi laba sepanjang tahun 2025. Tercatat, perolehan laba PDAM Makassar hingga akhir Desember 2025 berada pada angka Rp 17,3 miliar. Pencapaian ini menandakan bahwa laba perusahaan yang dikumpulkan hanya dalam kurun waktu tujuh bulan pertama di tahun 2026 sudah berhasil menyamai total perolehan laba satu tahun penuh pada 2025. Dengan tren kinerja positif tersebut, laba PDAM Makassar diproyeksikan bakal terus tumbuh minimal menjadi Rp 20 miliar pada akhir Desember 2026.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Peningkatan efektivitas kinerja operasional yang dibarengi dengan efisiensi belanja secara intensif menjadi salah satu faktor utama pendorong peningkatan kinerja keuangan PDAM Kota Makassar sepanjang 2026. Dalam struktur keuangan perusahaan, efisiensi belanja dan rasio pegawai menjadi bagian yang sangat memengaruhi kondisi keuangan PDAM Makassar saat ini. Pengelolaan beban pengeluaran operasional serta pengaturan aspek rasio pegawai yang baik terbukti efektif dalam menjaga kesehatan serta stabilitas arus finansial PDAM Kota Makassar.
Selain bertumpu pada penghematan pengeluaran, peningkatan efektivitas kinerja PDAM Makassar juga terus didorong melalui optimalisasi produksi dan penguatan kinerja sumber daya manusia di internal perusahaan. Di sisi lain, belanja perusahaan PDAM Makassar juga tetap diarahkan untuk mendukung peningkatan mutu pelayanan kepada para pelanggan. Langkah strategis ini memastikan bahwa efisiensi belanja yang diterapkan tetap berjalan seiring dengan komitmen peningkatan mutu layanan air minum bagi seluruh masyarakat pelanggan.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Keberhasilan pertumbuhan laba yang signifikan ini turut membuka peluang positif bagi peningkatan penerimaan kas daerah. Peningkatan laba PDAM Makassar berpotensi memberikan kontribusi yang jauh lebih besar terhadap pendapatan daerah melalui dividen yang disetorkan kepada Pemerintah Kota Makassar. Melalui kombinasi efisiensi belanja, penataan rasio pegawai, optimalisasi produksi, dan penguatan kinerja sumber daya manusia, PDAM Kota Makassar optimis dapat mencapai proyeksi pertumbuhan laba minimal Rp 20 miliar pada Desember 2026.






