Inisiatif untuk memanfaatkan bahan pangan lokal terus didorong melalui berbagai program pelatihan yang menyasar masyarakat luas. Salah satu langkah nyata diwujudkan oleh IPB University yang menggelar Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM). Program ini dilaksanakan dalam bentuk Pelatihan Diversifikasi Pangan Lokal Berbasis Tepung Mokaf (Modified Cassava Flour). Melalui kegiatan ini, terdapat peluang besar bagi penciptaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) baru di tengah masyarakat. Hal ini dimungkinkan melalui adanya pelatihan keterampilan yang mencakup proses produksi, pengemasan, hingga pemasaran dari berbagai produk lokal yang berbahan dasar singkong tersebut.
Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan secara sukses oleh Divisi Teknik Biosistem Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University. Acara tersebut berlangsung pada hari Jumat, 26 Juni 2026. Untuk lokasinya sendiri, pelatihan ini dipusatkan di Kelompok Tani Setia yang beralamat di Kampung Cangkrang, Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pelatihan ini secara resmi dibuka oleh Rokhani Hasbullah selaku Kepala Divisi Teknik Biosistem IPB University. Kehadiran program ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi warga sekitar, khususnya dalam hal peningkatan keterampilan mengolah bahan pangan lokal.
Program pengabdian masyarakat ini secara khusus melibatkan kaum perempuan guna mendorong pemberdayaan mereka di bidang ekonomi. Tercatat ada sebanyak 21 peserta perempuan yang berasal dari Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Bogor yang ikut serta dalam pelatihan ini. RKI Bogor sendiri merupakan organisasi yang berada di bawah pimpinan Wiwit Munggarani. Keterlibatan aktif para peserta dari RKI Bogor ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mempelajari diversifikasi pangan berbasis tepung mokaf, mulai dari tahap awal pembuatan tepung hingga menjadi produk olahan yang siap dipasarkan.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Selama jalannya pelatihan, para peserta mendapatkan materi serta praktik langsung yang dipandu oleh para ahli. Ketua Kelompok Tani Setia, Ujang, mendemonstrasikan secara langsung bagaimana proses pembuatan tepung mokaf yang higienis dari bahan baku singkong. Setelah memahami proses pembuatan tepungnya, para peserta yang didampingi oleh tim dosen IPB University kemudian mempraktikkan pengolahan tepung mokaf tersebut secara langsung. Mereka mengolah tepung mokaf menjadi produk makanan berupa mi ayam mokaf serta cookies sehat.
Peluang bisnis dari tepung mokaf ini juga dipaparkan secara mendalam oleh Nanik Purwanti, salah satu dosen di Divisi Teknik Biosistem IPB University. Dalam penjelasannya, Nanik Purwanti menyampaikan bahwa tepung mokaf memiliki peluang bisnis yang sangat menjanjikan untuk diolah menjadi berbagai macam produk pangan. Beberapa produk potensial yang dapat dikembangkan dari tepung ini antara lain adalah mi, cookies, kue, roti, serta berbagai macam produk bebas gluten (gluten-free). Hal ini membuka ruang kreatif bagi para peserta untuk memulai usaha mandiri dengan variasi produk yang beragam.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Dukungan terhadap keberlanjutan usaha para peserta juga datang dari pihak Science Techno Park (STP) IPB University. Rokhani Hasbullah, yang selain menjabat sebagai Kepala Divisi Teknik Biosistem juga merupakan Wakil Kepala bidang Inkubator Bisnis dan Kemitraan Industri STP IPB University, menawarkan kesempatan berharga bagi para peserta. Rokhani Hasbullah membuka kesempatan bagi para peserta pelatihan untuk memperdalam keterampilan mereka lebih lanjut di Teaching Industry STP IPB. Dengan fasilitas inkubasi dan pengembangan ini, para peserta diharapkan dapat mematangkan keterampilan bisnis dan produksi mereka.
Potensi tepung mokaf ini juga mendapat apresiasi dari pihak legislatif. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, H.M. Dody Hikmawan, turut memberikan pandangannya mengenai prospek bahan pangan lokal ini. Pada hari Jumat, 10 Juli 2026, H.M. Dody Hikmawan menyatakan bahwa tepung mokaf memiliki prospek yang sangat baik sebagai alternatif pengganti tepung terigu. Dukungan dari berbagai pihak, mulai dari akademisi IPB University, kelompok tani, hingga anggota DPRD Kota Bogor, memperkuat nilai penting dari program pelatihan diversifikasi pangan berbasis tepung mokaf ini dalam memberdayakan perempuan dan merintis UMKM baru.






