Kepulauan Penghu, gugusan sekitar 90 pulau kecil di Selat Taiwan, kini menjadi titik fokus kesiagaan militer Taiwan dalam menghadapi potensi eskalasi konflik dengan China. Ribuan personel militer yang ditempatkan sebagai garnisun di kepulauan yang berada di bawah yurisdiksi administratif Taipei tersebut secara intensif menggelar latihan tempur berskala besar guna mengantisipasi potensi agresi militer dari Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).
Pakar militer dari Institut Pertahanan dan Keamanan Nasional Taiwan, Su Tzu-yun, memaparkan bahwa posisi Kepulauan Penghu memiliki nilai strategis yang jauh lebih vital dibanding pulau terluar lain seperti Kinmen dan Matsu. Letak Kinmen dan Matsu dinilai terlalu dekat dengan daratan China untuk dibangun menjadi jaringan pertahanan yang kokoh. Sebaliknya, posisi Penghu memaksa PLA untuk merebut gugusan pulau ini terlebih dahulu sebelum dapat melancarkan serangan langsung ke pulau utama Taiwan.
Pengerahan Rudal Hsiung Feng dan Taktik Pertahanan
Dalam skenario pertahanan yang disiapkan, pasukan Taiwan berupaya menjebak kapal-kapal penyerang China di dalam jangkauan baku tembak rudal lintas wilayah antara Kepulauan Penghu dan pulau utama Taiwan. Komando Operasi Pesisir Angkatan Laut Taiwan telah mengerahkan kendaraan peluncur rudal canggih Hsiung Feng ke wilayah pesisir Penghu untuk pertama kalinya pada latihan militer tahunan Han Kuang tanggal 10 Agustus lalu. Pengerahan sistem rudal ini ditujukan untuk mendukung operasi anti-kapal dan pencegahan pendaratan amfibi.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Kekuatan tempur di kepulauan tersebut juga diperkuat dengan integrasi teknologi pesawat tak berawak (UAV) yang dikerahkan secara aktif selama latihan berlangsung. Penguatan lini pertahanan militer ini berjalan beriringan dengan kesiapsiagaan publik, di mana Pemerintah Taiwan menargetkan sekitar 200.000 warganya di seluruh wilayah untuk menuntaskan program pelatihan ketahanan pertahanan pada tahun ini.
Langkah peningkatan kesiagaan di Selat Taiwan ini mencuat di tengah sorotan pejabat Amerika Serikat, yang menyebut Presiden Xi Jinping telah menginstruksikan PLA agar berada dalam kondisi siap untuk merebut Taiwan pada tahun 2027 mendatang.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Langkah pembentengan wilayah tersebut menuai reaksi keras dari Beijing. Juru bicara Kementerian Pertahanan China, Jiang Bin, pada awal tahun ini mengecam manuver penguatan pertahanan di kepulauan tersebut sebagai langkah yang delusif dan memperingatkan adanya risiko kehancuran total bagi Taipei jika terus memicu provokasi militer. Hingga saat ini, Kementerian Pertahanan Taiwan serta Pentagon memilih tidak memberikan komentar terbuka mengenai detail rencana operasi pertempuran di Kepulauan Penghu.






