tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Afiliasi

Terkesan Sepele, Kelalaian soal Selotip Renggut Nyawa Puluhan Orang

Fitri LimbongDiterbitkan 5 Sep 2026 - 20.01 · 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Terkesan Sepele, Kelalaian soal Selotip Renggut Nyawa Puluhan Orang
Foto/Ilustrasi: Detik
A-A+

Sebuah kelalaian teknis berujung pada bencana mematikan dalam sejarah penerbangan sipil. Pesawat Boeing 757-200 yang dioperasikan maskapai AeroPerú dengan nomor Penerbangan 603 jatuh di lepas pantai Chancay, Lima, Peru, pada 2 Oktober 1996 akibat instrumen navigasi yang tidak berfungsi.

Perjalanan nahas tersebut bermula saat pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Jorge Chávez di Lima pukul 05.42 UTC menuju Santiago de Chile. Begitu mengudara dan memacu kecepatan tinggi, kru menyadari indikator pembaca ketinggian (altimeter) mendadak membeku serta tidak merespons secara normal.

Kru penerbangan segera mendeklarasikan situasi darurat kepada petugas menara pengawas dan meminta panduan vektor radar untuk memandu pesawat kembali mendarat. Di saat bersamaan, kokpit dibanjiri berbagai sinyal alarm darurat yang saling bertolak belakang dan membingungkan pilot.

Baca Juga

Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Upaya navigasi kian terdisrupsi ketika pengontrol lalu lintas udara mengonfirmasi ketinggian pesawat berada pada 9.700 kaki berdasarkan pantauan layar radar. Informasi tersebut nyatanya keliru karena data radar di darat ditarik langsung dari pemancar (transponder) pesawat yang sistem datanya sudah mengalami kerusakan.

Tanpa menyadari posisi ketinggian yang sebenarnya, pesawat terus menurun hingga menghantam permukaan laut dengan kecepatan 250 knot. Burung besi itu sempat terangkat kembali secara darurat ke ketinggian 300 kaki sebelum akhirnya terbalik dan tenggelam seutuhnya. Kerasnya benturan menewaskan seluruh 70 orang di dalam pesawat, yang terdiri dari 61 penumpang dan 9 kru (2 pilot serta 7 kru kabin).

Hasil Penyelidikan Resmi

Penyelidikan resmi menyimpulkan bahwa insiden fatal ini bermula dari kelalaian staf pemeliharaan di darat yang diperparah oleh kekeliruan interpretasi data oleh kru di kokpit.

Baca Juga

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Penyebab utama kecelakaan terletak pada selembar selotip pelindung (masking tape). Saat pesawat menjalani proses perawatan dan pemolesan sebelum terbang, staf darat menutup tiga lubang statis (static ports) di lambung kiri pesawat untuk mencegah masuknya material asing. Namun, staf tersebut lupa mencopot kembali selotip itu setelah pekerjaan selesai.

Akibat lubang statis yang tertutup, komputer data udara (Air Data Computers) tidak dapat mengukur tekanan udara luar secara tepat. Hal ini menghasilkan anomali total pada kalkulasi ketinggian, kecepatan vertikal, hingga kecepatan udara yang menjadi panduan utama penerbangan.

Sumber: Detik

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

InvestigasiKecelakaan Pesawat

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

🔥

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator · 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan · 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning · 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis · 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik · 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap