Pemerintah Bangladesh kian mendekati perundingan formal dengan China terkait rencana pengadaan jet tempur canggih J-10CE dan helikopter serang. Langkah pengadaan alutsista ini diproyeksikan bakal menjadi salah satu pembelian alat utama sistem senjata terbesar yang dilakukan Dhaka dalam beberapa tahun terakhir.
Penasihat Informasi dan Penyiaran Perdana Menteri Bangladesh, Zahed Ur Rahman, mengungkapkan bahwa sebuah panel pemerintah kini tengah menyiapkan draf perjanjian. Dokumen tersebut akan menjadi dasar untuk membuka pembahasan dan negosiasi resmi dengan otoritas di Beijing.
Dalam upaya memodernisasi kekuatan angkatan udaranya, Bangladesh dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk memborong hingga 24 unit jet tempur J-10CE buatan China. Kehadiran pesawat tempur tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan pertahanan wilayah udara Bangladesh di kawasan.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Kendati rencana pembelian telah dikonfirmasi, Rahman menyatakan bahwa rincian penting seperti jumlah pasti pesawat yang akan dibeli, total nilai kontrak pengadaan, maupun jadwal pengiriman ke Dhaka masih belum diungkapkan. Seluruh poin kesepakatan tersebut nantinya akan dibahas dan diputuskan lebih lanjut sepanjang proses perundingan berlangsung.
Peran Strategis Pasokan Senjata China
Penjajakan pembelian alutsista ini berpotensi semakin mempererat hubungan pertahanan antara Dhaka dan Beijing. Selama ini, China telah memainkan peran penting sebagai pemasok senjata terbesar bagi angkatan bersenjata Bangladesh.
Kerja sama militer kedua negara tercatat telah berlangsung intensif dalam jangka panjang. Selama dua dekade terakhir, China menjadi pemasok utama berbagai kebutuhan pertahanan militer Bangladesh, mulai dari kapal perang, armada pesawat tempur, kendaraan lapis baja atau tank, hingga beragam sistem rudal pertahanan.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Minat Dhaka terhadap jet tempur J-10CE turut dipengaruhi oleh dinamika operasional pesawat tersebut di kawasan Asia Selatan. Pesawat tempur J-10CE sempat menjadi sorotan luas setelah Pakistan mengklaim telah menggunakannya untuk menembak jatuh jet tempur India dalam bentrokan militer antara kedua negara pada Mei 2025, meskipun klaim penembakan tersebut hingga saat ini masih menuai perdebatan.
Menurut penjelasan Rahman, pihak Bangladesh turut mencermati catatan performa pesawat tempur buatan China yang dilaporkan selama konflik Mei 2025 tersebut, sebelum akhirnya melangkah maju untuk mematangkan draf perjanjian pembelian senjata dengan Beijing.






