tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal FinanceAfiliasiPopuler
Beranda/Afiliasi

Thailand Tawarkan 36 Unit Rantis Amfibi Lapis Baja ATAV untuk Korps Marinir Indonesia

Wulan WijayaDiterbitkan 4 Agu 2026 - 10.35 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Thailand Tawarkan 36 Unit Rantis Amfibi Lapis Baja ATAV untuk Korps Marinir Indonesia
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pertemuan bilateral di Istana Merdeka pada hari Senin, 3 Agustus 2026, menghasilkan komitmen kerja sama pertahanan yang signifikan antara Indonesia dan Thailand. Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, mengajukan usulan konkret untuk memperluas kemitraan industri pertahanan dengan Indonesia saat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu poin utama yang dibawa oleh delegasi Thailand adalah kesiapan mereka untuk memasok puluhan unit kendaraan taktis lapis baja yang dirancang khusus untuk operasi amfibi. Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan kapabilitas pertahanan kedua negara di kawasan Asia Tenggara.

Apakah jenis kendaraan taktis yang ditawarkan oleh Thailand dan untuk satuan mana rantis tersebut ditujukan?

Pemerintah Thailand secara spesifik menawarkan pasokan sebanyak 36 unit kendaraan taktis (rantis) lapis baja amfibi beroda. Model kendaraan yang ditawarkan adalah ATAV, yang merupakan singkatan dari All Terrain Assault Vehicle. Puluhan unit rantis lapis baja ini direncanakan untuk memperkuat operasional Korps Marinir Indonesia. Penawaran ini diajukan sebagai bagian dari proposal yang lebih luas untuk mempererat kemitraan industri pertahanan serta pemenuhan kebutuhan alat utama sistem persenjataan bagi Tentara Nasional Indonesia (

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal Finance
TNI
). Kerja sama ini juga merefleksikan keinginan kedua negara untuk saling mendukung dalam pengadaan alutsista modern.

Kapan dan di mana diskusi mengenai penawaran rantis lapis baja ini berlangsung?

Penawaran resmi terkait pengadaan 36 unit rantis amfibi ATAV ini disampaikan dalam pertemuan bilateral resmi antara Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto. Pertemuan tersebut diselenggarakan di Istana Merdeka, Jakarta, pada hari Senin, 3 Agustus 2026. Pertemuan ini menjadi kelanjutan dari dialog keamanan yang terus dibangun oleh kedua negara tetangga tersebut guna menjaga stabilitas pertahanan regional.

Apakah kendaraan taktis ATAV yang ditawarkan sudah teruji secara operasional?

Baca Juga

Cara Mengelola Tekanan Bicara di Depan Publik Berdasarkan Pengalaman Pjs Gubernur BI di Forum KSSK

Cara Mengelola Tekanan Bicara di Depan Publik Berdasarkan Pengalaman Pjs Gubernur BI di Forum KSSK

Ya, model rantis lapis baja amfibi beroda ATAV yang ditawarkan oleh Perdana Menteri Anutin Charnvirakul memiliki status operasional yang aktif. Model kendaraan militer taktis ini saat ini masih digunakan secara aktif oleh Korps Marinir Kerajaan Thailand. Dengan demikian, unit yang ditawarkan kepada Korps Marinir Indonesia bukanlah konsep baru, melainkan alutsista yang telah teruji performanya dalam mendukung tugas-tugas pertahanan maritim dan operasi amfibi di Thailand.

Bagaimana tanggapan serta usulan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kerja sama militer ini?

Presiden Prabowo Subianto menyambut baik upaya kolaborasi ini dan menegaskan bahwa Indonesia dan Thailand memang harus memperkuat kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan. Untuk merealisasikan hal tersebut, Presiden Prabowo mengusulkan dua langkah taktis. Pertama, meningkatkan jumlah frekuensi serta tingkat latihan militer bersama yang melibatkan angkatan pertahanan dari kedua negara. Kedua, memperbanyak program pertukaran perwira militer untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan taktis di masing-masing negara guna mempererat hubungan antarsatuan.

Apa saja bentuk kerja sama keamanan lain yang ingin ditingkatkan oleh pihak Thailand dengan TNI?

Selain menawarkan pasokan 36 unit rantis lapis baja amfibi ATAV, Perdana Menteri Anutin Charnvirakul juga menekankan pentingnya penguatan hubungan pertahanan melalui berbagai program rutin lainnya. Pihak Thailand ingin memperkokoh kerja sama pertahanan dengan TNI melalui penyelenggaraan latihan gabungan secara berkala, pertukaran informasi strategis, serta kolaborasi yang intensif dalam menjaga keamanan wilayah maritim bersama. Upaya-upaya ini dirancang untuk menciptakan ketahanan regional yang lebih solid menghadapi berbagai tantangan keamanan masa depan.

Baca Juga

Penyelidikan Kasus Kematian Menantu Panitera PT Medan dengan Senjata Api Polisi

Penyelidikan Kasus Kematian Menantu Panitera PT Medan dengan Senjata Api Polisi

Apakah ada hubungan historis khusus antara Presiden Prabowo dengan militer Thailand?

Hubungan pertahanan antara kedua negara didukung oleh latar belakang historis yang kuat dari Presiden Prabowo Subianto sendiri. Dalam sejarah perjalanan militernya, Presiden Prabowo tercatat pernah mengikuti latihan militer bersama dengan pasukan khusus Thailand saat beliau masih aktif bertugas di satuan pasukan khusus Indonesia. Pengalaman latihan bersama ini memberikan nilai historis dan emosional yang memperlancar komunikasi pertahanan saat ini.

Kapan koordinasi awal tingkat tinggi antara kedua negara dilakukan sebelum pertemuan Agustus 2026?

Sebelum pertemuan bilateral di Istana Merdeka terlaksana, kedua negara telah membangun komunikasi yang intensif sepanjang tahun 2026. Salah satu tonggak pentingnya adalah pertemuan komite tingkat tinggi bilateral yang telah sukses diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada bulan Februari 2026. Pertemuan awal tersebut menjadi landasan penting bagi pembahasan berbagai kerja sama strategis yang akhirnya dimatangkan dalam pertemuan tingkat kepala negara pada bulan Agustus ini.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

TNIRantis AmfibiKerja Sama PertahananThailandATAV

Berita Terbaru Lainnya

Cara Mengelola Tekanan Bicara di Depan Publik Berdasarkan Pengalaman Pjs Gubernur BI di Forum KSSKPenyelidikan Kasus Kematian Menantu Panitera PT Medan dengan Senjata Api PolisiEkspansi Pasar SUV Listrik Premium Melalui Kehadiran Leapmotor C10 di IndonesiaPertumbuhan Simpanan di Bawah Rp 100 Juta dan Cakupan Penjaminan LPS hingga Juni 2026Klarifikasi Kementerian ESDM Terkait Isu Tiga Izin Tambang Baru di Raja AmpatSanksi Drop Out Mahasiswa FEB USU Terkait Kasus Pelecehan SeksualPolisi Usut Video Viral Pembakaran Bendera Merah Putih di BandungLPSK Telaah Permohonan Perlindungan Ferry Hongkiriwang Sebagai Saksi Kasus Febrie Adriansyah

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  4. 4Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  5. 5Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
Afiliasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap