Presiden Prabowo Subianto tiba di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (26/8/2026) untuk memimpin langsung rapat koordinasi penanganan darurat pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7. Rapat tersebut digelar langsung di dalam tenda posko penanganan bencana di markas Batalyon Yonif TP 834/WMN.
Prabowo menjangkau lokasi menggunakan helikopter setelah bertolak dari Bandara Internasional Komodo menuju helipad di markas Batalyon Yonif TP 834/WMN. Agenda rapat penanganan bencana di lokasi tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Sejumlah pejabat lintas kementerian dan pimpinan institusi keamanan hadir dalam koordinasi lapangan ini. Di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BNPB Letjen Suharyanto, serta Gubernur NTT Melkiades Laka Lena.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden sejak awal menginstruksikan seluruh jajaran agar penanganan dampak darurat dan penyaluran bantuan logistik dilakukan secara cepat, terarah, dan merata di seluruh titik terdampak bencana tanpa hambatan birokrasi.
Pengerahan Layanan Medis Darurat
Untuk menangani warga terdampak di wilayah kepulauan, armada rumah sakit terapung langsung dikerahkan ke titik-titik pesisir. Kapal rumah sakit KRI Soeharso-990 milik TNI AL telah bersandar di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, guna menyediakan fasilitas medis darurat.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Layanan medis terapung lainnya, Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga, disiagakan di kawasan Teluk Nangalirang, Kabupaten Manggarai Timur. Di sektor darat, pemerintah mengoperasionalkan rumah sakit lapangan di tingkat daerah, mengandalkan RSUD Aeramo di Kabupaten Nagekeo serta RSUD Ruteng di Kabupaten Manggarai untuk mempercepat perawatan para korban.






