Dua siswi asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang diduga mengalami keracunan program Makanan Bergizi Gratis (MBG), saat ini sedang menjalani penanganan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan perkembangan kondisi kedua pasien tersebut dan menargetkan hasil pemeriksaan lengkap tim ahli akan keluar dalam satu hingga dua hari ke depan.
Sebelum dirujuk ke Jakarta, penanganan kedua siswi tersebut pada awalnya dilakukan oleh tim medis Rumah Sakit Adam Malik di Sumatera Utara. Penanganan di fasilitas kesehatan daerah tersebut diputuskan setelah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berkonsultasi langsung dengan pihak RSCM dan Rumah Sakit Harapan Kita. Namun, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kemudian meminta agar para siswi yang menjadi korban dugaan keracunan tersebut dialihkan perawatannya ke RSCM.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Kesiapan Tim Ahli dan Dokter Spesialis RSCM
Pemilihan RSCM sebagai rujukan lanjutan didasarkan pada pertimbangan kemampuan dan komposisi dokter yang dinilai jauh lebih lengkap dibandingkan Rumah Sakit Adam Malik. Menkes Budi Gunadi Sadikin menerangkan bahwa tim dokter yang dikerahkan untuk menangani kedua siswi tersebut melibatkan para pakar lintas disiplin dalam spesialisasi anak.
Tim pemeriksa di RSCM mencakup dokter spesialis anak, profesor yang ahli di bidang neurologi anak, profesor di bidang psikiatri anak, Ketua Kolegium Anak, hingga dokter ahli yang membidangi penyakit dalam anak. Pemeriksaan oleh para pakar lintas disiplin ini dilakukan untuk memantau dan mendeteksi kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Seluruh rangkaian evaluasi medis serta pemeriksaan oleh tim dokter spesialis saat ini tengah berjalan. Pihak Kementerian Kesehatan memastikan hasil uji dan diagnosis pasti terhadap kedua siswi asal Karo tersebut akan segera keluar dalam rentang satu sampai dua hari ini.






