Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengimbau pemerintah daerah di wilayah terdampak sebaran abu erupsi Gunung Anak Krakatau untuk meningkatkan kewaspadaan. Jajaran Pemda diminta terus memantau situasi di lapangan serta menyesuaikan operasional layanan publik dengan perkembangan kondisi setempat.
Sebaran abu vulkanik akibat erupsi tersebut dilaporkan menjangkau sejumlah daerah, mencakup sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, hingga Sumatera Selatan. Meski menuntut kesiapsiagaan penuh, Tito mengingatkan seluruh jajaran agar langkah mitigasi dijalankan secara terukur guna mencegah timbulnya kepanikan di tengah masyarakat.
Penanganan Kesehatan dan Akses Transportasi
Untuk meminimalkan dampak kesehatan, masyarakat diimbau menjaga sistem pernapasan dan mata dengan menggunakan masker serta pelindung mata. Mendagri juga meminta Pemda segera menyalurkan bantuan masker kepada warga di daerah-daerah yang terpapar abu vulkanik. Selain itu, masyarakat diminta mematuhi batas rekomendasi keselamatan dengan tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari bibir kawah.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Pengelolaan layanan transportasi lokal yang berada di bawah wewenang pemerintah daerah鈥攎eliputi jalur darat, laut, sungai, dan danau鈥攋uga diarahkan untuk menyesuaikan dengan kondisi faktual di lapangan demi menjaga keselamatan pengguna jasa.
Penyesuaian Pembelajaran dan Verifikasi Informasi
Kebijakan terkait kegiatan belajar mengajar diserahkan pada evaluasi situasi masing-masing daerah. Tito menyatakan proses pembelajaran masih dapat berlangsung di dalam ruang kelas apabila kondisi memungkinkan, sembari memantau perkembangan sebaran abu vulkanik. Merespons situasi tersebut, sekolah di Jakarta mulai bersiap menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) terhitung 7 September.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Arahan penanganan dampak erupsi ini disampaikan dalam konferensi pers daring pada Minggu (6/9/2026) yang turut dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti serta Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan. Tito menekankan pentingnya masyarakat dan aparat merujuk pembaruan situasi berkala dari kanal resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sekaligus tidak mudah terpengaruh informasi dari sumber yang tidak jelas.






