tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/BANTUAN SOSIAL

Tragedi Pesawat Tabrak Gunung Saat Mode Autopilot, Petaka Navigasi TE 901

Andi SompaDiterbitkan 13 Sep 2026 - 20.06 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Tragedi Pesawat Tabrak Gunung Saat Mode Autopilot, Petaka Navigasi TE 901
Foto/Ilustrasi: Detik
A-A+

Kecelakaan fatal menimpa penerbangan Air New Zealand TE 901 setelah pesawat McDonnell-Douglas DC10-30 menabrak lereng Gunung Erebus di Antartika. Tragedi ini menewaskan seluruh 257 orang di dalam pesawat, yang terdiri atas 237 penumpang dan 20 awak pesawat, tanpa ada satu pun korban yang selamat.

Pesawat yang melayani rute penerbangan wisata dari Auckland menuju Antartika tersebut menghantam lereng gunung pada ketinggian 1.500 kaki dengan kecepatan 260 knot. Benturan terjadi saat armada berada dalam posisi terbang lurus dan mendatar di bawah kendali mode autopilot.

Kronologi dan Transmisi Terakhir

Berdasarkan laporan resmi Komisi Kerajaan Selandia Baru (Royal Commission), insiden kecelakaan ini terjadi pada 28 November 1979. Sebelum benturan terjadi, kru sempat melaporkan posisi pesawat berada di 43 mil sebelah utara pada ketinggian 18.000 kaki.

Pihak kru kemudian meminta izin untuk menurunkan ketinggian dalam kondisi Visual Meteorological Conditions (VMC). Tak lama berselang, pesawat mengonfirmasi tengah bergerak turun ke ketinggian 10.000 kaki sembari meminta bantuan let-down radar guna menembus lapisan awan.

Baca Juga

Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dalam transmisi radio terakhir yang berhasil diterima, kru mengabarkan bahwa posisi pesawat telah berada di ketinggian 6.000 kaki dan terus bergerak turun menuju 2.000 kaki sebelum akhirnya hilang kontak akibat menabrak gunung.

Perubahan Koordinat Tanpa Pemberitahuan

Hasil investigasi Royal Commission menemukan bahwa tragedi pesawat tabrak gunung saat mode autopilot ini bermula dari kegagalan sistemik divisi Operasi Penerbangan Air New Zealand. Tim operasi darat tercatat mengubah titik koordinat rute pada komputer navigasi tanpa memberitahukan atau memperingatkan kru yang bertugas.

Perubahan garis bujur tersebut menggeser jalur penerbangan sejauh 27 mil ke arah timur. Jalur yang semula aman mendadak bergeser tepat mengarah ke Gunung Erebus di Pulau Ross. Padahal, Kapten Pilot Collins bersama kru meyakini sistem autopilot mengarahkan pesawat menyusuri kawasan datar McMurdo Sound, sesuai dengan rute yang telah diplot pada peta malam sebelum keberangkatan.

Baca Juga

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Ilusi Optik di Langit Antartika

Kondisi lingkungan Antartika turut memperburuk situasi di kokpit. Pantulan cahaya redup dari bawah lapisan awan ke permukaan salju putih menciptakan ilusi optik sektoral. Fenomena ini membuat lereng gunung yang menanjak terlihat seolah-olah hamparan daratan yang sepenuhnya mendatar.

Kombinasi data autopilot yang melenceng dan ilusi visual tersebut membuat lima orang yang berada di dalam kokpit sama sekali tidak menyadari rintangan tebing es di hadapan mereka hingga benturan fatal terjadi.

Sumber: Detik

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kecelakaan Pesawat

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap