PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan penguatan kinerja keuangan yang signifikan hingga akhir Agustus 2026. Laba bersih perseroan secara bank only berhasil mencapai Rp37,5 triliun, tumbuh 22,3% secara tahunan (year on year/YoY). Capaian positif emiten berkode saham BMRI ini didorong oleh ekspansi kredit yang solid serta akselerasi ekosistem digital ritel dan wholesale.
Intermediasi Tumbuh Seimbang dengan Kualitas Aset Terjaga
Penyaluran kredit Bank Mandiri secara bank only tercatat sebesar Rp1.592 triliun per akhir Agustus 2026, membukukan kenaikan 17,6% YoY. Pertumbuhan pembiayaan ini diimbangi dengan pengelolaan risiko yang ketat, tecermin dari rasio kredit macet (non-performing loan/NPL) yang bertahan di level 1,00% dengan NPL coverage ratio berada pada 240,6%.
Di sisi pendanaan, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga naik 17,6% YoY hingga menyentuh Rp1.687 triliun. Komposisi struktur dana didominasi oleh dana murah, dengan kontribusi saldo giro mencapai Rp623 triliun dan tabungan sebesar Rp563 triliun.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Penetrasi Livin' dan Kopra Dorong Pendapatan Berbasis Komisi
Ekspansi ekosistem digital menjadi motor utama pertumbuhan pendapatan nonbunga. Pendapatan berbasis komisi (fee-based income/FBI) Bank Mandiri tumbuh 12,9% YoY per akhir Agustus 2026, ditopang penerimaan berulang dari platform digital.
Pada segmen perbankan ritel, aplikasi Livin' by Mandiri telah menjaring sekitar 42,2 juta pengguna dengan total frekuensi mencapai 3,32 miliar transaksi. Layanan ini menghadirkan fitur Livin' Call yang memfasilitasi nasabah menghubungi petugas layanan perbankan langsung lewat aplikasi bebas pulsa, serta Livin' Next-G untuk transaksi dan tabungan generasi muda yang terhubung dengan akun orang tua.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Sementara itu, di segmen korporasi dan komersial, platform Kopra by Mandiri mencatat 385,3 ribu pengguna bisnis terdaftar dengan volume transaksi menembus 1,05 miliar. Ekosistem digital bisnis perseroan mengintegrasikan layanan operasional Kopra dengan penerimaan pembayaran Livin' Merchant, sekaligus membuka akses penyaluran pembiayaan produktif seperti Kredit Usaha Mikro (KUM) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR).






