PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatatkan transaksi dengan nilai signifikan di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan hari Senin, 10 Agustus 2026. Dalam transaksi jumbo tersebut, total nilai perdagangan secara keseluruhan mencapai Rp1.297,2 miliar atau sekitar Rp1,3 triliun. Sebanyak 1,33 miliar lembar saham DSSA, yang setara dengan 13,3 juta lot, tercatat berpindah tangan di pasar negosiasi dengan harga rata-rata eksekusi sebesar Rp974 per saham. Angka eksekusi di pasar nego ini berada di bawah harga penutupan saham DSSA pada pasar reguler di hari yang sama yang berada pada level Rp985 per saham. Dengan demikian, transaksi nego jumbo tersebut direalisasikan dengan tingkat diskon sebesar kurang lebih 1,12 persen dibandingkan harga pasar reguler.
Berdasarkan rincian pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi di pasar negosiasi tersebut, seluruh porsi penawaran jual dieksekusi oleh satu entitas sekuritas. PT Sinarmas Sekuritas dengan kode broker DH bertindak sebagai pihak penjual untuk keseluruhan transaksi yang nilainya mencapai Rp1,30 triliun. Di sisi lain, transaksi pada posisi pembeli terbagi ke dalam dua entitas anggota bursa. PT RHB Sekuritas Indonesia dengan kode broker DR mencatatkan pembelian dengan porsi transaksi senilai Rp677,62 miliar. Sementara itu, PT Sinarmas Sekuritas (DH) juga bertindak sebagai pembeli untuk porsi transaksi senilai Rp619,12 miliar.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Bersamaan dengan pergerakan di pasar negosiasi, aktivitas pemodal asing di saham DSSA juga menunjukkan angka akumulasi yang substansial pada perdagangan Senin, 10 Agustus 2026. Investor asing membukukan beli bersih atau net buy dengan total mencapai Rp1,40 triliun di seluruh pasar perdagangan. Nilai tersebut tercipta setelah akumulasi pembelian asing (foreign buy) tercatat mencapai Rp1,66 triliun, sedangkan total penjualan oleh investor asing (foreign sell) sebesar Rp258,66 miliar. Jika dibedah berdasarkan segmen pasar, porsi net buy asing terbesar berada pada pasar tunai dan negosiasi dengan nilai transaksi mencapai Rp1,30 triliun. Adapun untuk pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp105,34 miliar.
Transaksi negosiasi berukuran besar ini berlangsung sejalan dengan jadwal dimulainya proses pengalihan saham hasil pembelian kembali atau buyback oleh perseroan. DSSA merencanakan pengalihan saham hasil buyback melalui mekanisme penjualan di bursa efek yang dimulai sejak 10 Agustus 2026 hingga seluruh tahapan prosesnya selesai. Saham hasil buyback yang dialihkan tersebut direncanakan sebanyak-banyaknya mencapai 9.631.904.000 lembar saham. Jumlah ini setara dengan 5 persen dari keseluruhan saham DSSA yang telah diterbitkan dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia. Guna memfasilitasi dan melaksanakan seluruh proses pengalihan saham melalui mekanisme bursa ini, DSSA telah menunjuk PT Sinarmas Sekuritas sebagai anggota bursa pelaksana.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Menindaklanjuti transaksi besar tersebut, pergerakan harga saham DSSA tercatat mengalami dinamika pada perdagangan hari berikutnya, Selasa, 11 Agustus 2026. Saham DSSA sempat dibuka menguat pada level harga Rp990 per saham dan bergerak naik hingga mencapai titik tertinggi harian di posisi Rp995 per saham. Namun, saham ini kemudian mengalami tekanan hingga merosot ke level terendah harian di posisi Rp935 per saham, yang mencerminkan penurunan sebesar 5,08 persen jika dibandingkan dengan harga penutupan perdagangan hari sebelumnya di level Rp985 per saham. Rangkaian aksi korporasi dan transaksi pasar ini bertepatan dengan fokus perseroan yang tengah menjalankan transformasi bisnis. DSSA secara bertahap mengalihkan fokusnya dari ketergantungan pada sektor batu bara menuju pengembangan ekosistem energi baru terbarukan (EBT) serta penguatan infrastruktur digital, yang mencakup pembangunan pusat data (data center) dan penyediaan layanan internet.






