Kenyamanan dan keselamatan pengguna transportasi publik di Jakarta kembali menjadi sorotan setelah keluhan penumpang terkait dugaan cara mengemudi ugal-ugalan viral di media sosial. Insiden ini terjadi pada bus Koridor 2 rute Monas-Pulogadung dengan kode armada TJ0205 pada Jumat (11/9) malam di kawasan Senen, Jakarta Pusat.
Menanggapi ramainya laporan masyarakat, pihak manajemen TransJakarta menyampaikan permohonan maaf terbuka atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para pelanggan, sekaligus meluruskan kronologi kejadian yang memicu kepanikan di dalam kabin bus.
Kronologi Keluhan Penumpang di Media Sosial
Isu ini mencuat setelah akun @Music_Cadas dan @RadioElshinta membagikan keluhan penumpang melalui platform media sosial X. Laporan tersebut menyebut armada bus melaju dengan kecepatan yang dinilai tidak terkendali dan berulang kali melakukan pengereman mendadak di tengah lalu lintas.
Titik paling krusial dilaporkan terjadi di persimpangan bawah flyover Senen, sesaat sebelum bus memasuki Halte Senen Toyota Rangga. Akibat manuver pengereman ekstrem, sejumlah penumpang di area sambungan bus gandeng dilaporkan terjatuh, bahkan sebagian penumpang perempuan tersungkur ke lantai bus.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Selain manuver pengereman, unggahan tersebut juga menyoroti sikap pengemudi yang dituding tidak memberikan penjelasan kepada penumpang setibanya di halte. Pengunggah menyebut pramudi tetap berada di kabin kemudi tanpa menunjukkan identitas, serta menjalankan kembali kendaraan saat pintu bus dinilai belum tertutup sempurna.
Penjelasan TransJakarta dan Hasil Pemeriksaan CCTV
Kepala Departemen Humas dan CSR TransJakarta, Ayu Wardhani, menjelaskan bahwa tindakan pengereman mendadak tersebut bukan merupakan aksi ugal-ugalan seperti yang dinarasikan di media sosial. Langkah itu murni tindakan refleks pramudi untuk menghindari kecelakaan yang lebih fatal.
Menurut Ayu, pengereman dilakukan secara sigap oleh pengemudi karena ada sepeda motor yang memotong jalur khusus bus secara tiba-tiba di sekitar lokasi kejadian.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Setelah dilakukan penelusuran internal melalui rekaman kamera pengawas (CCTV), manajemen TransJakarta memastikan bahwa pramudi telah menjalankan prosedur keselamatan berkendara sesuai standar operasional yang berlaku.
Petugas TransJakarta di lapangan langsung bergerak memeriksa kondisi seluruh pengguna bus sesaat setelah kejadian. Manajemen memastikan seluruh penumpang yang berada di dalam armada TJ0205 dalam kondisi aman serta tidak mengalami cedera.






