Pasar properti residensial di Indonesia masih menunjukkan pergerakan yang lambat pada pertengahan tahun ini. Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa Indeks Harga Properti Residensial atau IHPR pada triwulan kedua tahun 2026 hanya mengalami pertumbuhan sebesar 0,69 persen secara tahunan atau year-on-year. Meskipun angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan pertama tahun 2026 yang tercatat sebesar 0,62 persen secara tahunan, kenaikan yang sangat tipis ini mengindikasikan bahwa pasar perumahan masih menghadapi tekanan yang cukup berat untuk pulih sepenuhnya.
Kondisi pertumbuhan harga yang tipis ini tidak merata di seluruh wilayah Indonesia. Dari total 18 kota yang disurvei, dinamika pasar menunjukkan variasi yang cukup kontras. Sebanyak 10 kota mengalami peningkatan pertumbuhan Indeks Harga Properti Residensial secara tahunan, sementara 7 kota lainnya justru mengalami penurunan pertumbuhan, dan 1 kota mencatatkan pertumbuhan yang relatif stabil. Perbedaan kondisi ini mencerminkan fluktuasi ekonomi lokal yang memengaruhi minat beli masyarakat di masing-masing daerah.








