tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal FinanceAfiliasiEkonomi KreatorWaspada PenipuanPopuler
Beranda/Afiliasi

Tren Penggunaan Paylater Warga RI, Penyaluran Tembus Puluhan Triliun Rupiah pada Pertengahan 2026

Andi SompaDiterbitkan 7 Agu 2026 - 19.14 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Tren Penggunaan Paylater Warga RI, Penyaluran Tembus Puluhan Triliun Rupiah pada Pertengahan 2026
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Penyaluran pembiayaan berbasis beli sekarang bayar nanti atau buy now pay later (BNPL) di Indonesia mencatatkan lonjakan signifikan pada pertengahan tahun 2026. Data terbaru menunjukkan bahwa masyarakat semakin gemar menggunakan fasilitas ini untuk memenuhi berbagai kebutuhan belanja mereka. Peningkatan ini terlihat jelas dari performa penyaluran di sektor perusahaan pembiayaan (multifinance) maupun industri perbankan yang terus tumbuh double digit secara tahunan. Fenomena ini mencerminkan pergeseran metode pembayaran masyarakat yang kian mengandalkan akses kredit digital cepat untuk transaksi harian di berbagai platform belanja.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal Finance

Jika melihat data dari sektor perusahaan pembiayaan, penyaluran BNPL pada Juni 2026 sukses tumbuh sebesar 57,02% secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka pertumbuhan ini memperlihatkan tren akselerasi jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, di mana pada Mei 2026 pertumbuhan kinerja BNPL di multifinance berada di angka 53,78% yoy. Secara nominal, total fasilitas paylater yang disalurkan oleh perusahaan pembiayaan hingga pertengahan tahun 2026 telah menyentuh angka Rp13,40 triliun. Angka fantastis ini menjadi bukti nyata betapa krusialnya peran aplikasi pembiayaan dalam menyokong daya beli masyarakat saat ini, terutama untuk transaksi yang membutuhkan proses persetujuan instan.

Meskipun volume penyaluran kredit melonjak tajam, kualitas pembiayaan di sektor multifinance justru menunjukkan arah perbaikan yang menggembirakan. Rasio pembiayaan bermasalah atau gross Non-Performing Financing (NPF) untuk layanan BNPL tercatat turun menjadi 3,09% pada Juni 2026. Penurunan ini merupakan kabar positif bagi industri keuangan, mengingat pada Mei 2026, angka gross NPF masih bertengger di posisi 3,44%. Membaiknya rasio kredit bermasalah ini sebagian besar didorong oleh adanya peningkatan kualitas pembayaran dari para debitur yang menggunakan layanan paylater tersebut, yang menunjukkan tingkat tanggung jawab finansial pengguna yang semakin matang.

Baca Juga

Kemitraan Le Minerale Sebagai Official Mineral Water di Surabaya Marathon 2026

Kemitraan Le Minerale Sebagai Official Mineral Water di Surabaya Marathon 2026

Kendati demikian, regulator tetap mengingatkan pentingnya kewaspadaan bagi para penyedia jasa keuangan agar pertumbuhan yang pesat ini tidak menimbulkan risiko sistemik di kemudian hari. Agusman menyatakan bahwa perusahaan pembiayaan wajib terus memperkuat penerapan manajemen risiko serta memegang teguh prinsip kehati-hatian demi menjaga kualitas pembiayaan tetap sehat. Langkah mitigasi risiko yang disarankan mencakup penguatan proses penilaian (assessment) terhadap kemampuan bayar calon debitur sebelum memberikan limit kredit. Selain itu, perusahaan pembiayaan juga didorong untuk melakukan pemantauan kualitas portofolio secara berkelanjutan guna mendeteksi potensi gagal bayar sejak dini.

Di sisi lain, industri perbankan juga tidak mau kalah dalam memperebutkan pasar paylater tanah air. Total baki debet atau outstanding paylater yang disalurkan oleh perbankan nasional menembus angka Rp30,71 triliun per Juni 2026. Nilai outstanding di sektor perbankan ini mengalami pertumbuhan sebesar 33,54% secara tahunan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Walaupun angka pertumbuhan tahunan pada Juni 2026 ini terbilang tinggi, lajunya sedikit melambat apabila dibandingkan dengan pertumbuhan pada Mei 2026 yang sempat menyentuh kisaran 37% yoy.

Baca Juga

Strategi Industri IVD Menjadikan Indonesia Basis Produksi Alat Kesehatan Asia Tenggara

Strategi Industri IVD Menjadikan Indonesia Basis Produksi Alat Kesehatan Asia Tenggara

Satu hal menarik dari data paylater perbankan adalah sebarannya yang sangat luas namun dengan nilai transaksi yang tergolong mikro. Hingga Juni 2026, jumlah rekening paylater yang terdaftar di industri perbankan telah mencapai 32,80 juta rekening. Menariknya, rata-rata baki debet atau saldo utang per rekening masih terbilang kecil, yaitu hanya berkisar Rp940 ribu saja. Data ini mengindikasikan bahwa mayoritas nasabah menggunakan paylater perbankan untuk transaksi ritel dengan nominal rendah, bukan untuk pinjaman konsumtif berskala besar. Hal ini juga memperlihatkan bahwa paylater telah menjadi alat pembayaran harian alternatif yang sangat inklusif bagi berbagai kalangan masyarakat Indonesia.

Secara keseluruhan, data performa pertengahan tahun 2026 ini menegaskan bahwa paylater bukan lagi sekadar tren sesaat, melainkan sudah menjadi bagian integral dari ekosistem keuangan digital di Indonesia. Pertumbuhan di sektor perusahaan pembiayaan yang mencapai 57,02% dan outstanding perbankan yang menembus Rp30,71 triliun menunjukkan integrasi yang kuat antara teknologi finansial dan kebutuhan konsumsi harian masyarakat. Bagi para pengguna, kemudahan akses ini tentu memberikan keleluasaan finansial, namun kedisiplinan dalam membayar tagihan tetap menjadi kunci utama agar catatan riwayat kredit di SLIK OJK tetap bersih dan terhindar dari jeratan utang yang tidak terkendali.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

ekonomi digitalPerbankanmultifinancepaylaterBNPL

Berita Terbaru Lainnya

Kemitraan Le Minerale Sebagai Official Mineral Water di Surabaya Marathon 2026Strategi Industri IVD Menjadikan Indonesia Basis Produksi Alat Kesehatan Asia TenggaraLangkah Menghindari Penyitaan Barang Dagangan oleh DJKI demi Keamanan Bisnis ImporAntisipasi Isu Keamanan Agustus 2026, Polda Metro Jaya Tindak Konten Provokatif dan Hoaks di Ruang DigitalKepastian Istana Terkait Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih pada Bulan AgustusDugaan Penganiayaan oleh Direskrimum Polda Sumbar terhadap Pengendara di Jalan Raya BandaraEkosistem Bank Emas Indonesia Catat Total Kelolaan Lebih dari 150 TonEnam Manfaat Minum Air Mineral untuk Menjaga Kesehatan Tubuh

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

Afiliasi

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

4 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 PersenAfiliasi 路 4 Agu 2026
  3. 3Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  4. 4Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  5. 5Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
Afiliasi
Ekonomi Kreator
Waspada Penipuan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap