Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump mengambil langkah tidak biasa dengan membiarkan sejumlah negara sekutu menjatuhkan sanksi terhadap permukiman Israel di Tepi Barat. Washington memilih untuk tidak melontarkan kecaman atas kebijakan pembatasan yang diberlakukan oleh Inggris, Prancis, Kanada, dan sejumlah negara lainnya terhadap wilayah pendudukan tersebut.
Menanggapi sanksi terkoordinasi dari para mitranya, Trump menyatakan bakal berbicara langsung dengan otoritas Israel mengenai situasi terkini. Trump mengaku memahami duduk perkaranya, namun ingin mencari tahu alasan di balik sanksi yang muncul secara tiba-tiba tersebut.
Fokus AS pada Stabilitas Kawasan
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengonfirmasi bahwa Washington telah mengetahui keputusan dan pertimbangan di balik sanksi yang diterapkan negara-negara sekutu. Kendati demikian, AS memastikan tidak akan ikut menerapkan sanksi serupa seperti yang dilakukan Inggris.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Rubio menegaskan bahwa prioritas utama Washington saat ini adalah mencegah langkah-langkah yang memicu ketidakstabilan di Tepi Barat. Eskalasi konflik di wilayah tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu agenda AS dalam mendorong kemajuan penyelesaian di Gaza, termasuk pelaksanaan rencana 20 poin serta pembentukan Dewan Perdamaian.
Pergeseran Dinamika di Washington
Sikap diam Gedung Putih terhadap langkah negara-negara Barat dipandang sebagai sinyal diplomasi yang signifikan. Mantan Duta Besar AS untuk Israel Daniel Shapiro menilai ketiadaan kecaman dari pemerintah AS mencerminkan adanya pengakuan bahwa aksi kekerasan oleh kelompok ekstremis Israel serta manuver para menteri sayap kanan mulai menimbulkan persoalan serius.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Di tingkat internal, perbedaan respons sempat terlihat saat Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee melontarkan kritik kepada pemerintah Inggris dan memperingatkan dampak sanksi terhadap sektor bisnis Inggris. Namun, seorang pejabat Gedung Putih menegaskan bahwa pernyataan Huckabee tersebut tidak dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Gedung Putih maupun Departemen Luar Negeri.
Sikap terbaru ini memperlihatkan dinamika rumit relasi kedua negara. Pada awal masa jabatan keduanya, pemerintahan Trump sempat mencabut sanksi terhadap pemukim Israel yang terlibat aksi kekerasan di Tepi Barat serta belum menyatakan penolakan terbuka terhadap proyek permukiman E1 yang berpotensi memecah wilayah Palestina. Meski Trump sebelumnya menegaskan tidak akan mengizinkan aneksasi Tepi Barat, ekspansi permukiman dan penguatan kontrol oleh pemerintah Israel terus berlangsung hingga memicu tindakan tegas dari sekutu-sekutu AS.






