PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai pilar penggerak perekonomian nasional. Hingga akhir kuartal II-2026, portofolio kredit UMKM BRI tercatat mencapai Rp1.235,4 triliun. Realisasi penyaluran pembiayaan tersebut tumbuh sebesar 8,6 persen secara year-on-year (YoY).
Penyaluran kredit ke sektor UMKM tersebut menjadi penopang utama total pembiayaan BRI. Secara keseluruhan, total penyaluran kredit BRI hingga kuartal II-2026 mencapai Rp1.646 triliun, tumbuh 16,2 persen YoY dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Ekspansi intermediasi yang sehat ini mendorong pertumbuhan neraca keuangan perseroan secara konsolidasi. Total aset BRI Group pada kuartal II-2026 tercatat mencapai Rp2.352 triliun, atau mengalami kenaikan sebesar 11,7 persen YoY. Sejalan dengan pencapaian tersebut, BRI membukukan perolehan laba bersih konsolidasian sebesar Rp31,2 triliun, meningkat 17,5 persen YoY.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Penguatan Kapasitas dan Pemberdayaan Berkelanjutan
Selain memberikan akses permodalan melalui pembiayaan, BRI aktif menjalankan berbagai program pemberdayaan untuk mengoptimalkan potensi pelaku usaha di berbagai wilayah. Melalui inisiatif Desa BRILiaN, perseroan telah memberdayakan lebih dari 5.700 desa. Program ini berfokus pada optimalisasi potensi ekonomi lokal serta penguatan kapasitas dan kelembagaan desa.
Pada tingkat komunitas dan kelompok usaha, BRI menggerakkan program Klasterku Hidupku. Hingga saat ini, program tersebut telah merangkul dan menjangkau lebih dari 44 ribu klaster usaha. Perseroan juga memfasilitasi pembinaan pelaku usaha melalui ekosistem Rumah BUMN, yang mencatatkan sekitar 596 ribu pelaku UMKM telah bergabung hingga Juni 2026.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Di samping pemberdayaan secara langsung di lapangan, BRI memperluas jangkauan pembinaan dan pendampingan usaha berbasis digital. Melalui platform digital LinkUMKM, BRI telah menjangkau sekitar 17,3 juta pelaku UMKM di seluruh penjuru Tanah Air.






