Uang operasional kampus sebesar Rp 1 miliar dilaporkan raib setelah komplotan maling berhasil membobol brankas utama milik Universitas KH Abdul Chalim. Lembaga pendidikan tinggi yang menjadi sasaran pencurian ini berlokasi di wilayah Desa Bendunganjati, Mojokerto. Kejadian pembobolan dengan nilai kerugian finansial yang sangat besar ini tentu mengejutkan warga sekitar serta seluruh civitas akademika di kampus tersebut. Mengingat dana yang hilang merupakan uang operasional penting, insiden ini langsung menjadi perhatian serius terkait aspek keamanan fisik dan tata kelola penyimpanan uang tunai di institusi pendidikan lokal. Kasus pencurian bernilai fantastis ini telah dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian agar segera diusut secara tuntas.
Aksi kejahatan yang menargetkan brankas penyimpanan uang di Universitas KH Abdul Chalim ini tercatat berlangsung dalam waktu yang tergolong singkat dan cepat. Berdasarkan hasil penyelidikan dan pencocokan data sementara, seluruh proses pembobolan brankas tersebut diperkirakan hanya berlangsung selama sekitar 30 menit pada hari Rabu (22/7). Peristiwa pencurian ini teridentifikasi terjadi pada waktu dini hari, tepatnya dimulai sejak pukul 03.18 WIB hingga berakhir pada pukul 03.48 WIB. Rentang waktu yang sangat singkat tersebut mengindikasikan bahwa komplotan pelaku diduga telah merencanakan aksi mereka dengan matang guna menghindari patroli keamanan malam hari.








