tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal FinanceAfiliasiEkonomi KreatorWaspada PenipuanPopuler
Beranda/Afiliasi

Unilever Indonesia Raih Penghargaan Best Emiten ESG Award 2026 dari Yayasan KEHATI

Ance ManoppoDiterbitkan 8 Agu 2026 - 12.49 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Unilever Indonesia Raih Penghargaan Best Emiten ESG Award 2026 dari Yayasan KEHATI
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Ajang penghargaan ESG Award 2026 yang diinisiasi oleh Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) kembali menyoroti komitmen keberlanjutan sektor korporasi di tanah air. Dalam malam penganugerahan yang berlangsung di Jakarta pada Kamis, 6 Agustus 2026, PT Unilever Indonesia Tbk berhasil membawa pulang penghargaan Best Emiten untuk kategori Capital Market. Penghargaan prestisius ini diterima secara langsung oleh Nurdiana Darus selaku Direktur Communications, Corporate Affairs & Sustainability Unilever Indonesia. Kemenangan ini menandai pencapaian kedua bagi perseroan, setelah sebelumnya sukses meraih penghargaan serupa pada tahun 2023.

Penilaian dalam ESG Award didasarkan pada tiga pilar utama, yaitu lingkungan (Environmental), sosial (Social), dan tata kelola (Governance). Bagi perusahaan consumer goods skala besar seperti Unilever, pengelolaan dampak lingkungan kerap menjadi sorotan tajam publik. Menjawab tantangan tersebut, perseroan melaporkan keberhasilan mengumpulkan dan memproses lebih dari 80.000 ton sampah plastik sepanjang tahun 2025. Angka ini melampaui total volume kemasan plastik yang digunakan dalam produk-produk yang mereka pasarkan pada periode yang sama. Upaya pengumpulan sampah ini bertumpu pada jaringan operasional yang mencakup lebih dari 5.000 bank sampah di 50 kota dan kabupaten, didukung oleh kehadiran hampir 2.900 gerai isi ulang di berbagai daerah.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal Finance

Meskipun langkah pengumpulan sampah plastik tergolong masif, tantangan sesungguhnya terletak pada pengurangan penggunaan material baru sejak dari hulu produksi. Dalam catatan kinerjanya, Unilever Indonesia menggunakan sekitar 3.044 ton plastik daur ulang pasca-konsumsi (Post-Consumer Recycled/PCR) untuk kemasan produk mereka. Langkah ini berkontribusi terhadap penurunan penggunaan plastik baru sebesar 20% jika dibandingkan dengan tahun dasar 2019. Keberhasilan menyeimbangkan antara produksi kemasan baru dan penyerapan plastik daur ulang menjadi salah satu poin penting yang dinilai oleh panel juri KEHATI dalam menentukan kelayakan emiten di pasar modal.

Baca Juga

Cara Meningkatkan Produksi Sayuran dengan Benih Tahan Hama dan Cuaca Ekstrem

Cara Meningkatkan Produksi Sayuran dengan Benih Tahan Hama dan Cuaca Ekstrem

Di sisi lain, aspek sosial dan keselamatan kerja juga menjadi indikator krusial dalam penilaian indeks keberlanjutan ini. Unilever Indonesia mencatatkan nihil kecelakaan kerja yang mengakibatkan kematian (zero fatal work accidents) di seluruh area operasionalnya. Dari sudut pandang kesetaraan gender di lingkungan kerja, keterwakilan perempuan di tingkat pengambil keputusan juga cukup signifikan, dengan porsi 43,2% pada posisi manajerial senior. Sementara itu, untuk menjamin keamanan konsumen lokal, seluruh fasilitas pabrik perusahaan kini telah menerapkan Sistem Jaminan Halal (SJH). Terkait kualitas nutrisi, perseroan menyatakan bahwa 87% dari produk makanan mereka telah memenuhi standar Highest Nutrition Standard (HNS), sebuah formula yang merujuk pada standar internal perusahaan serta rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Meskipun mencatatkan berbagai pencapaian operasional di lapangan, evaluasi tata kelola perusahaan tetap menunjukkan dinamika angka yang bervariasi dari lembaga pemeringkat independen. Dalam hal tata kelola korporasi, Unilever Indonesia mempertahankan predikat 'Leadership in Corporate Governance' selama delapan tahun berturut-turut dengan skor ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) sebesar 111,13. Pengawasan implementasi ESG di tingkat internal dijalankan secara berlapis oleh Direksi, Business Integrity Committee, serta Central Safety, Health and Environmental Committee. Perseroan juga mempertahankan peringkat PROPER Biru untuk seluruh fasilitas produksinya selama tiga tahun berturut-turut dari kementerian terkait. Namun, jika melihat penilaian pasar modal global dan domestik, terdapat perbedaan angka evaluasi yang cukup kontras. Perseroan mencatatkan S&P Global ESG Score di angka 52, sedangkan IDX ESG Score berada pada posisi 18,21. Perbedaan rentang skor ini mencerminkan kompleksitas metodologi penilaian yang diterapkan oleh masing-masing lembaga rating terhadap kepatuhan emiten.

Baca Juga

Harga Emas Antam Akhir Pekan dan Dampak Pajak Transaksinya

Harga Emas Antam Akhir Pekan dan Dampak Pajak Transaksinya

Bagi para pelaku ekonomi digital dan investor di Indonesia, perolehan penghargaan ESG Award 2026 oleh Unilever Indonesia memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana standar keberlanjutan diterapkan pada skala industri besar. Di satu sisi, integrasi sistem pemantauan lingkungan dan sosial yang ketat dapat meminimalkan risiko operasional jangka panjang. Di sisi lain, fluktuasi skor ESG dari lembaga eksternal seperti S&P dan IDX menunjukkan bahwa pemenuhan kriteria keberlanjutan merupakan proses evaluasi yang dinamis dan terus berkembang. Melalui pencapaian ini, peta jalan keberlanjutan emiten di pasar modal Indonesia diharapkan dapat terus memicu peningkatan standar operasional yang lebih transparan dan bertanggung jawab.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Pasar ModalESG IndonesiaUnilever IndonesiaYayasan KEHATI

Berita Terbaru Lainnya

Cara Meningkatkan Produksi Sayuran dengan Benih Tahan Hama dan Cuaca EkstremHarga Emas Antam Akhir Pekan dan Dampak Pajak TransaksinyaEkosistem Bulion Indonesia Kelola 150 Ton Emas Melalui Pegadaian dan BSIOJK Izinkan Penyelenggara Pinjaman Daring Gunakan Kecerdasan Buatan untuk Analisis KreditBank Kasikorn Indonesia Siapkan Aksi Rights Issue untuk Perkuat Modal dan KreditPanduan Memenuhi Saldo Minimal Nasabah Prioritas BRI, Mandiri, dan BNI per Agustus 2026Pemkab Lumajang Pastikan Video Viral Erupsi Gunung Semeru di YouTube Adalah HoaksTudingan Hambat Program Makan Bergizi Gratis Dibantah, Pemprov Bali Siapkan Lahan Fasilitas Gizi

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

Afiliasi

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

4 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 PersenAfiliasi 路 4 Agu 2026
  3. 3Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  4. 4Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  5. 5Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
Afiliasi
Ekonomi Kreator
Waspada Penipuan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap