Sebanyak 120 rudal balistik dan enam unit peluncur dilaporkan berpotensi menyertai pengerahan unit rudal Korea Utara yang kini mulai bergerak menuju wilayah Rusia barat. Langkah militer ini menandai babak baru dalam dinamika konflik regional yang terus memanas. Laporan yang dirilis pada hari Rabu, 5 Agustus 2026, mengindikasikan bahwa pergerakan pasukan dan persenjataan taktis ini ditujukan untuk memperkuat serangan terhadap wilayah Ukraina. Pengerahan kekuatan tempur lintas negara ini menjadi sorotan tajam bagi para pengamat internasional karena berpotensi mengubah peta kekuatan di medan pertempuran.
Rencana penempatan personel militer ini diungkapkan secara rinci oleh Andrii Cherniak, seorang pejabat intelijen militer dari Ukraina. Menurut keterangannya, pihak Rusia berencana untuk menempatkan sekitar 90 personel rudal asal Korea Utara tersebut di wilayah Voronezh. Di lokasi tersebut, para personel asing ini akan diintegrasikan ke dalam struktur militer Rusia, tepatnya di bawah komando Brigade Rudal ke-112 Rusia. Langkah integrasi taktis ini menunjukkan adanya koordinasi operasional yang semakin erat dan terstruktur di antara militer kedua negara.








