tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi & KeuanganDigital Economy & EarningKeuanganDigital EconomyEkonomi & RegulasiEkonomi GlobalRegulasi & HukumAfiliasiEkonomi KreatorPopuler
Beranda/Afiliasi

Upaya Pemadaman Kebakaran Lahan di Kawah Wadon Gunung Gede

Ance ManoppoDiterbitkan 9 Agu 2026 - 22.17 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Upaya Pemadaman Kebakaran Lahan di Kawah Wadon Gunung Gede
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Sebanyak 150 petugas gabungan dan relawan dikerahkan untuk memadamkan kebakaran lahan yang melanda kawasan kawah Wadon di Gunung Gede. Hingga memasuki hari kedua penanganan, tim penyelamat yang terdiri dari berbagai instansi masih terus berupaya mengendalikan kobaran api yang telah menghanguskan sekitar enam hektare lahan di kawasan taman nasional tersebut. Upaya pemadaman ini menghadapi tantangan yang sangat berat akibat medan yang terjal serta kondisi cuaca kering yang ekstrem di sekitar kawah.

Berapa luas wilayah yang terbakar dan di mana lokasi persisnya?

Kebakaran hutan ini dilaporkan telah menghanguskan lahan dengan perkiraan luas mencapai sekitar enam hektare. Titik api pertama kali terdeteksi dan berpusat di kawasan kawah Wadon, salah satu area yang berada di Gunung Gede. Kawasan ini memiliki karakteristik vegetasi yang padat namun rentan mengering saat musim kemarau atau ketika terjadi peningkatan suhu di sekitar kawah aktif. Pihak berwenang masih terus memantau batas-batas area yang terbakar untuk memastikan api tidak meluas ke zona vegetasi lainnya di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi & KeuanganDigital Economy & EarningKeuanganDigital EconomyEkonomi & RegulasiEkonomi GlobalRegulasi & HukumAfiliasiEkonomi Kreator

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Siapa saja yang terlibat dalam operasi pemadaman kebakaran ini?

Operasi pemadaman ini merupakan kerja sama besar antara berbagai unsur kedaruratan dan masyarakat. Juru Bicara Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Ade Bagja, menjelaskan bahwa sekitar 150 personel gabungan telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan. Unsur-unsur yang terlibat meliputi jajaran TNI dan Polri, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Cianjur, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur. Selain petugas resmi, puluhan relawan dari berbagai organisasi pencinta alam dan masyarakat sekitar juga turun langsung membantu proses pemadaman di medan yang sulit tersebut.

Baca Juga

Riwayat Kredit Jelek? Ini Langkah Bersihkan Nama di SLIK OJK

Riwayat Kredit Jelek? Ini Langkah Bersihkan Nama di SLIK OJK

Apa yang diduga menjadi penyebab utama kebakaran di kawah Wadon?

Berdasarkan hasil penelusuran awal yang dilakukan oleh petugas di lapangan, penyebab kebakaran ini diduga kuat karena faktor alam. Suhu panas yang cukup tinggi di sekitar kawah Wadon memicu rumput dan pepohonan di sekelilingnya menjadi sangat kering dan mudah terbakar. Petugas juga mengonfirmasi bahwa sebelum peristiwa kebakaran terjadi, sama sekali tidak ada aktivitas manusia atau kunjungan di kawasan sensitif tersebut. Ketiadaan aktivitas manusia ini memperkuat dugaan bahwa kebakaran murni dipicu oleh fenomena alam akibat cuaca panas ekstrem di area kawah. Meskipun demikian, penyelidikan menyeluruh masih terus berjalan untuk memastikan tidak ada faktor lain yang terlewatkan.

Mengapa proses pemadaman api membutuhkan waktu yang cukup lama?

Hingga hari kedua, api belum dapat sepenuhnya dipadamkan karena beberapa kendala utama di lapangan. Menurut keterangan dari petugas BPBD Cianjur, Ombing, serta tim TNGGP, lokasi kebakaran di kawah Wadon sangat sulit dijangkau oleh kendaraan pemadam kebakaran maupun peralatan modern. Selain akses jalan yang curam dan berbahaya, kondisi diperparah oleh banyaknya pepohonan kering yang sangat mudah terbakar di sepanjang jalur. Faktor cuaca juga menjadi penghalang besar, di mana angin kencang yang bertiup secara konsisten dari pagi hingga petang membuat api dengan cepat menjalar dan melompati sekat-sekat bakar yang telah dibuat oleh petugas.

Baca Juga

Indikator Finansial dan Ciri-Ciri Ekonomi Kelas Bawah

Indikator Finansial dan Ciri-Ciri Ekonomi Kelas Bawah

Bagaimana metode yang digunakan petugas untuk memadamkan api di lokasi?

Mengingat keterbatasan akses dan sulitnya membawa peralatan berat ke atas gunung, tim gabungan terpaksa menggunakan metode manual dengan alat seadanya. Para petugas dan relawan membuat sekat bakar secara manual untuk memutus rantai penyebaran api ke area hutan yang lebih luas. Mereka juga menggunakan alat pemukul api sederhana dan menyiramkan air secara terbatas pada titik-titik api yang masih menyala. Keterbatasan alat pemadam ini menjadi salah satu alasan mengapa api menyebar dengan cepat ketika tertiup angin kencang. Petugas di lapangan dituntut untuk ekstra waspada dan menjaga keselamatan diri di tengah kondisi medan yang tidak menentu.

Bagaimana perkembangan terkini dan apa langkah selanjutnya?

Hingga saat ini, ratusan petugas masih bersiaga dan terus melakukan penyisiran di sekitar lereng dan kawah Wadon untuk memastikan tidak ada bara api tersembunyi yang dapat memicu kebakaran baru. Upaya pemadaman manual terus dimaksimalkan sembari menunggu perkembangan kondisi cuaca di atas gunung. Pihak Balai Besar TNGGP bersama BPBD Cianjur terus berkoordinasi untuk memetakan kembali area yang aman bagi petugas serta memantau pergerakan arah angin guna mengantisipasi penyebaran api susulan. Informasi mengenai status pemadaman akan terus diperbarui secara berkala oleh pihak berwenang seiring dengan perkembangan situasi di lapangan.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kebakaran Lahan

Berita Terbaru Lainnya

Riwayat Kredit Jelek? Ini Langkah Bersihkan Nama di SLIK OJKIndikator Finansial dan Ciri-Ciri Ekonomi Kelas BawahCara Mengatur Ulang Portofolio Investasi Berdasarkan Strategi Belanja Kas Berkshire HathawayPenyelundupan Ketamin Senilai Rp 2,1 Triliun dan Modus Liquid Vape di IndonesiaKesepakatan Mayoritas Substansi Perdagangan BRICS Dukung Sektor Digital dan UMKMKrisis Energi Kuba, Kelangkaan BBM dan Ketergantungan pada Tenaga Surya ChinaDewan Komisaris Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Energi di Kepulauan RiauAksi 6.000 Pesilat di Bundaran HI Jakarta Membuka Peluang Kreator Konten Lokal

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

Afiliasi

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

4 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 PersenAfiliasi 路 4 Agu 2026
  3. 3Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  4. 4Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  5. 5Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026