tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Keuangan

Upaya Perbaikan Ekuitas, PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk Jual Empat Kapal Tunda

Fitri LimbongDiterbitkan 31 Jul 2026 - 02.33 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Upaya Perbaikan Ekuitas, PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk Jual Empat Kapal Tunda
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Langkah strategis diambil oleh PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk. (CANI) di tengah tantangan kondisi keuangan perusahaan pada tahun ini. Sebagai upaya nyata untuk menjaga keberlangsungan operasionalnya, emiten yang bergerak dalam industri pelayaran ini secara resmi mengumumkan transaksi pelepasan sejumlah aset penting miliknya. Aset yang dijual tersebut berupa empat unit armada kapal yang dialihkan kepemilikannya kepada PT Adhi Berlian Shipping sebagai pihak pembeli. Berdasarkan informasi resmi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai total dari transaksi pelepasan aset kapal ini mencapai Rp 20.100.000.000. Angka penjualan tersebut setara dengan US$ 1.111.234, yang dihitung dengan menggunakan acuan kurs sebesar Rp 18.088 per tanggal 29 Juli 2026. Transaksi ini menjadi salah satu agenda korporasi utama bagi perseroan di pertengahan tahun 2026.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer

Secara lebih rinci, aset yang menjadi objek penjualan dalam transaksi antara PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk. dan PT Adhi Berlian Shipping ini seluruhnya merupakan armada jenis kapal tunda atau yang umum dikenal dengan sebutan tug boat. Rincian harga dari masing-masing unit kapal tunda yang dilepas telah disepakati oleh kedua belah pihak. Armada pertama yang dijual adalah kapal tunda bernama ASL Abadi, yang dilepas dengan harga jual sebesar Rp 5.000.000.000. Selanjutnya, kapal tunda kedua yang bernama ASL Abadi 3 turut dijual dengan nilai kesepakatan transaksi yang sedikit lebih tinggi, yakni mencapai Rp 5.300.000.000. Pelepasan aset ini secara langsung memengaruhi jumlah armada operasional yang dimiliki oleh perseroan.

Selain dua kapal tunda sebelumnya, transaksi korporasi ini juga mencakup penjualan dua unit kapal tunda lainnya yang memiliki nilai jual identik. Kapal tunda ketiga yang berpindah kepemilikan adalah armada dengan nama ASL Abadi 4. Kapal tunda ASL Abadi 4 tersebut secara resmi dijual kepada PT Adhi Berlian Shipping dengan harga sebesar Rp 4.900.000.000. Melengkapi keseluruhan transaksi, kapal tunda keempat yang bernama ASL Abadi 5 juga dilepas dengan harga jual yang sama, yaitu sebesar Rp 4.900.000.000. Keseluruhan nilai penjualan dari empat kapal tunda ini diakumulasikan menjadi total nilai transaksi sebagaimana yang telah dilaporkan perseroan kepada otoritas pasar modal di Jakarta.

Baca Juga

IHSG Sesi I Dibuka Menguat ke Level 6.110 di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia

IHSG Sesi I Dibuka Menguat ke Level 6.110 di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia

Keputusan manajemen PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk. untuk menjual empat unit kapal tunda ini sangat berkaitan erat dengan kondisi neraca keuangan perseroan saat ini yang sedang mengalami tekanan. Berdasarkan data dari laporan keuangan interim perusahaan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026, CANI mencatatkan posisi ekuitas yang negatif. Tercatat, ekuitas perusahaan berada pada angka minus US$ 34,55 juta. Di sisi lain, pada periode laporan keuangan yang sama per akhir kuartal pertama tahun 2026 tersebut, total keseluruhan aset yang dimiliki oleh perseroan tercatat hanya sebesar US$ 7,16 juta. Posisi modal yang berada di bawah angka nol ini memaksa pihak manajemen untuk segera mengambil langkah restrukturisasi aset guna mendapatkan tambahan likuiditas segar.

Ditinjau dari perspektif regulasi pasar modal, pelepasan empat aset kapal tunda ini dikategorikan sebagai sebuah transaksi material. Hal ini dikarenakan total nilai transaksi penjualan kapal kepada PT Adhi Berlian Shipping tersebut memiliki porsi yang signifikan terhadap kekayaan perseroan. Nilai penjualan yang disepakati mencapai rasio sebesar 15,52% jika dibandingkan dengan total aset perseroan per tanggal 31 Desember 2025. Dengan rasio yang melebihi ambang batas tertentu, aksi korporasi ini secara otomatis memenuhi kriteria yang diwajibkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Secara spesifik, transaksi ini tunduk pada aturan yang tertuang dalam POJK Nomor 17 Tahun 2020 yang mengatur tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

Baca Juga

Revisi Kuota Produksi Batu Bara dan Nikel 2026, Dampak Signifikan bagi Bisnis Kontraktor Tambang

Revisi Kuota Produksi Batu Bara dan Nikel 2026, Dampak Signifikan bagi Bisnis Kontraktor Tambang

Melalui pelaksanaan transaksi material ini, jajaran manajemen PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk. memiliki sejumlah target pemulihan yang ingin dicapai. Manfaat utama yang diharapkan dari hasil penjualan keempat kapal tunda tersebut adalah untuk menyehatkan kembali kondisi keuangan perusahaan yang tengah terbebani oleh ekuitas negatif. Likuiditas yang diperoleh dari PT Adhi Berlian Shipping akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menjaga kelangsungan usaha CANI di tengah ketatnya persaingan industri pelayaran. Lebih jauh lagi, langkah efisiensi dan restrukturisasi aset ini diproyeksikan dapat memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham perseroan dalam jangka panjang, seiring dengan upaya perbaikan kinerja neraca keuangan secara keseluruhan.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bursa Efek IndonesiaOtoritas Jasa KeuanganPT Capitol Nusantara Indonesia TbkCANIPT Adhi Berlian ShippingTransaksi Material

Berita Terbaru Lainnya

Edukasi Batas Usia Pernikahan Kemenkum Sulbar, Upaya Mencegah Risiko Kemiskinan BaruStrategi Sistem Koperasi Kakao Jembrana dalam Menstabilkan Harga dan Menembus Pasar EksporIHSG Sesi I Dibuka Menguat ke Level 6.110 di Tengah Lonjakan Harga Minyak DuniaRevisi Kuota Produksi Batu Bara dan Nikel 2026, Dampak Signifikan bagi Bisnis Kontraktor TambangPenemuan Jenazah Bayi di Klinik Amalia Pondok Aren dan Penangkapan PelakuPelajaran Tata Kelola Bisnis dan Mitigasi Risiko dari Kasus Korupsi Asuransi JasindoPenyelidikan Kasus TPPU Febrie Adriansyah, Kejagung Periksa Tujuh Perusahaan dan Puluhan SaksiIstana Respons Putusan MK Terkait Pemisahan Anggaran Makan Bergizi Gratis dari Dana Pendidikan

Paling Banyak Dibaca

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

Finance

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

30 Jul 2026

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

Ekonomi Digital

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

30 Jul 2026

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

Ekonomi & Bisnis

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

30 Jul 2026

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

Keamanan Digital

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

30 Jul 2026

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

Keuangan Digital

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

30 Jul 2026

Edukasi Batas Usia Pernikahan Kemenkum Sulbar, Upaya Mencegah Risiko Kemiskinan Baru

Regulasi Ekonomi

Edukasi Batas Usia Pernikahan Kemenkum Sulbar, Upaya Mencegah Risiko Kemiskinan Baru

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026Finance 路 30 Jul 2026
  2. 2Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027Ekonomi Digital 路 30 Jul 2026
  3. 3Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani TebuEkonomi & Bisnis 路 30 Jul 2026
  4. 4Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang KerjaKeamanan Digital 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh MandiriKeuangan Digital 路 30 Jul 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap