Pagelaran konser musik di kawasan Kota Tua, Jakarta, terpaksa dibubarkan pada Minggu (13/9/2026) malam menyusul kemunculan bau gas menyengat dan serbuk misterius yang membuat sejumlah penonton mengalami sesak napas serta mata perih.
Kericuhan tersebut berujung pada penghentian total acara setelah petugas keamanan mengamankan seorang pria yang diduga menjadi pemicu kepanikan. Pria tersebut ditengarai sengaja menebarkan serbuk berbau tajam guna memicu kegaduhan di tengah kerumunan penonton untuk melancarkan aksi pencopetan. Terduga pelaku saat ini telah ditahan dan diproses di Polsek Subsektor Pinangsia.
Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua Denny Aputra menjelaskan bahwa acara yang sudah berlangsung sejak Sabtu (12/9/2026) itu semula berjalan aman dan kondusif. Agenda hari kedua memasuki babak akhir dengan penampilan dari Armand Maulana serta grup musik Kotak.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Tanda-tanda gangguan mulai tercium sekitar pukul 22.45 WIB saat lagu sedang dimainkan, di mana aroma tidak sedap menyerupai bau kentut mulai menyebar di sekitar area panggung. Situasi memburuk sekitar pukul 23.00 WIB ketika Kotak tampil. Serbuk tak berbekas berterbangan di area depan penonton, memicu rasa perih di mata dan gangguan pernapasan hebat pada sejumlah orang.
Melihat kondisi penonton di barisan depan yang mulai terganggu, vokalis Tantri Kotak langsung mundur dan menghentikan penampilannya. Denny menegaskan material yang berterbangan tersebut bukan berasal dari gas air mata, melainkan serbuk khusus yang meninggalkan bau busuk dan efek sesak.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Petugas keamanan acara berkoordinasi dengan unsur Tiga Pilar untuk mengamankan lokasi, menangani korban yang mengalami sesak napas, serta mensterilkan area dalam kurun waktu 15 menit. Penonton yang terdampak langsung mendapatkan penanganan medis di tempat hingga diperbolehkan pulang dalam kondisi selamat. Penyelenggara turut membuka saluran pengaduan melalui call center dan pesan langsung (DM) bagi masyarakat yang membutuhkan informasi atau penanganan lebih lanjut.






