Pemerintah setempat di Filipina mengambil langkah pengamanan bagi para pelajar setelah sebaran kabut asap tebal yang bersumber dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, Indonesia, mencapai wilayah mereka. Fenomena asap lintas batas ini memaksa otoritas meliburkan aktivitas pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah terdampak.
Kabut asap pekat tersebut dilaporkan mulai menyelimuti kawasan ibu kota Manila dan sekitarnya sejak Selasa (1/9). Emisi pembakaran lahan dari wilayah Kalimantan terbawa pergerakan angin regional hingga melintasi batas negara dan menutupi langit perkotaan di Filipina.
Pacu Inovasi, Apresiasi Pemda Berprestasi Hadir di Sulawesi

Akibat sebaran partikel asap tersebut, kualitas udara di sejumlah titik pemukiman merosot tajam dan tercatat berada pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan pernapasan akut, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Langkah penutupan sekolah diambil sebagai tindakan pencegahan langsung guna meminimalkan paparan udara beracun pada anak-anak. Warga di kawasan terdampak juga diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan selagi pemantauan terhadap pergerakan kabut asap dan parameter mutu udara terus berjalan.






